TEMUAN studi terbaru oleh Imperial College London menunjukkan bahwa risiko infeksi ulang akibat varian Omicron sebanyak 5 kali lebih tinggi daripada varian virus corona lainnya.
Menurut para ahli kasus infeksi ulang lebih banyak ditemukan pada varian Omicron dalam makalah yang diterbitkan di Nature. Hal ini juga sesuai data yang dibagikan oleh Badan Keamanan Kesehatan Inggris, sebelum pertengahan November bahwa virus corona Omicron ditemukan, infeksi ulang menyumbang sekitar 1 persen dari kasus Covid-19 yang dilaporkan, tetapi tingkat sekarang telah meningkat menjadi sekitar 10 persen.

"Infeksi ulang dengan virus yang menyebabkan Covid-19 berarti seseorang terinfeksi, sembuh, dan kemudian terinfeksi lagi. Setelah pulih dari Covid-19, sebagian besar individu akan memiliki perlindungan dari pengulangan infeksi," kata The US Centers for Disease Control and Prevention dikutip dari Times of India, Minggu (20/2/2022)
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengatakan, varian Omicron kemungkinan besar bisa menyebabkan infeksi ulang. Dengan maksud orang yang sebelumnya memiliki Covid-19 dapat terinfeksi ulang lebih mudah dengan Omicron
"Bukti awal menunjukkan mungkin ada peningkatan risiko infeksi ulang pada varian Omicron. dibandingkan dengan varian lain yang menjadi perhatian, tetapi informasinya terbatas" ujar WHO
BACA JUGA:Obat Covid-19 Molnupiravir Dapat Persetujuan BPOM, Diklaim Ampuh Cegah Omicron
Walaupun gejala omicron dinilai lebih ringan daripada delta, para ahli mengatakan, gejala infeksi ulang jauh lebih parah. Mengikuti laporan pengalaman orang yang terinfeksi ulang Covid-19, dapat dikatakan bahwa gejala infeksi ulang dan infeksi ulang tidak berbeda satu sama lain.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.