Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengasuh Anak Gagal Duduk di Kelas Bisnis, Pengacara Kondang Diusir dari Pesawat

Anisa Suci Maharani , Jurnalis-Jum'at, 18 Februari 2022 |05:01 WIB
Pengasuh Anak Gagal Duduk di Kelas Bisnis, Pengacara Kondang Diusir dari Pesawat
Pesawat British Airways (Foto: british_airways)
A
A
A

SEORANG pengacara top di Inggris terpaksa dikeluarkan dari penerbangan maskapai British Airways setelah pertengkaran di pesawat karena pengasuh keluarganya diturunkan dari kelas bisnis ke ekonomi.

Melansir Daily Mail, Charles Banner, QC, dan keluarga dikeluarkan dari penerbangan BA2578 yang menuju ke Turin, Italia pada Kamis 3 Februari lalu.

Banner bepergian dengan istrinya, dua anak, dan pengasuh keluarga. Pengacara itu telah memesan lima tempat duduk di kelas bisnis.

Dalam sebuah video, seorang petugas polisi memberitahu Banner, "Bisakah kita berbicara di luar," dan kemudian mengulangi, "Bisakah kita berbicara di luar,".

"Pesawat tidak akan kemana-mana sampai kita selesai berbicara," kata petugas itu.

Infografis Perilaku Penumpang Pesawat

Rekan polisi itu menambahkan, "Banyak yang harus kita diskusikan. Semakin cepat kita menyelesaikannya,".

Kejadian berawal ketika Banner diberitahu bahwa pengasuh mereka hanya mendapat tempat duduk di kelas ekonomi ketika dia tiba di gerbang keberangkatan.

Ketika dia melihat kursi cadangan di kelas bisnis, pengacara bertanya apakah pengasuh bisa dipindahkan ke sana sehingga dia bisa mengawasi anak-anak saat dia dan istrinya bekerja di penerbangan. Ia mengatakan bahwa staf BA meresponsnya dengan kasar.

"Jika BA memberi tahu saya bahwa pengasuh tidak bisa duduk bersama kami dalam bisnis, maka kami tidak akan bepergian dan bisa mendapatkan penerbangan berikutnya. Tetapi mereka hanya memberi tahu kami ketika kami sampai di gerbang keberangkatan," katanya kepada Daily Mail.

“Saya berperilaku baik tetapi saya menantang awak kabin karena itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Kepicikan dan dendam staf menyebabkan ini. Saya bersikap sangat sopan kepada semuanya,” kata Banner.

Banner menuntut penjelasan awak kabin mengenai kursi cadangan tidak dapat digunakan. Namun tidak ada respons baik dari pramugari.

Infografis Maskapai dengan Pramugari Terbaik

Pramugari melaporkan masalah kepada pilot setelah Banner mengajukan keluhan resmi ke maskapai. Kelima anggota keluarga itu lalu dikeluarkan dari pesawat oleh petugas bersenjata.

Akibatnya Banner terpaksa mengeluarkan uang tambahan sekitar 4.000 pounsterling (Rp77,5 juta) untuk membayar hotel, taksi dan tiket pesawat easyJet ke Turin. Biaya awal tiket kelas bisnis adalah 1.250 poundsterling atau setara Rp24 jutaan (250 poundsterling/Rp4,8 juta per orang).

Pengacara itu telah menerima dua permintaan maaf lisan dan voucher dari maskapai, tetapi dia bersumpah untuk tidak pernah terbang dengan BA lagi.

"Itu adalah peristiwa yang sangat mengecewakan bagi seluruh keluarga. Cara kami diperlakukan sangat mengerikan dan berbeda dengan pengalaman menyenangkan selama lebih dari 15 tahun di penerbangan BA sebagai pelanggan tetap," katanya kepada wartawan.

“BA telah memberi saya voucher sebagai kompensasi, tetapi saya tidak menginginkannya, saya ingin pengembalian uang tunai. Ada banyak biaya yang harus saya tanggung sebagai akibat dari insiden ini.”.

Seorang juru bicara BA mengatakan, "Kami tidak menolerir perilaku yang mengganggu. Keselamatan pelanggan dan kru adalah prioritas utama kami," dalihnya.

(Rizka Diputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement