Pihaknya mencatat selama satu bulan terakhir, tingkat penularan COVID-19 di Cianjur, sudah mencapai 488 kasus, sebagian besar menjalani isolasi di rumah masing-masing dan sejumlah pusat isolasi yang kembali dibuka, sebagai upaya penanganan cepat.
"Kita akan melihat situasi dalam dua pekan ke depan, ketika terjadi penurunan, kemungkinan taman alun-alun akan kembali dibuka secepatnya. Namun untuk sementara, kami minta warga untuk membatasi kegiatan di luar rumah dan tetap menggunakan alat pelindung diri," katanya.
Pihaknya menegaskan, warga untuk sementara waktu membatasi kegiatan di luar rumah dan tetap menerapkan prokes ketat, sebagai upaya menekan penularan COVID-19 yang belum bisa dipastikan apakah varian Omicron atau bukan, namun penularan kembali tinggi.
(Kurniawati Hasjanah)