ISRAEL mengancam akan menghentikan penerbangan maskapainya ke Dubai, Uni Emirat Arab dalam beberapa hari ke depan karena perselisihan mengenai pengaturan keamanan.
Sebagai gantinya, Israel sedang mempertimbangkan untuk mengalihkan penerbangan mereka ke Abu Dhabi, demikian seperti dilansir dari Reuters, Rabu (9/2/2022).
Seorang pejabat Israel pada Minggu mengatakan bahwa pengaturan keamanan saat ini untuk tiga maskapai penerbangan Israel yang terbang ke Bandara Internasional Dubai; El Al, Israir dan Arkia, akan berakhir pada Selasa, meninggalkan negosiator 48 jam untuk menemukan solusi.
BACA JUGA: Intip Foto-Foto Liburan Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodriguez di Dubai
Penerbangan langsung dari Israel ke Uni Emirat Arab dimulai setelah membuka hubungan formal kedua negara pada 2020. Ratusan ribu orang Israel telah mengunjungi UEA.
Maskapai penerbangan Israel berada di bawah otoritas layanan keamanan Shin Bet Israel, yang mengatakan telah mengalami perbedaan dengan rekan-rekan Dubai yang dapat menghentikan penerbangan, tetapi tidak merinci apa perbedaan itu.
"Jika penerbangan maskapai Israel di jalur ini memang dihentikan, kemungkinan transfer penerbangan Israel ke Abu Dhabi sedang diperiksa," kata Shin Bet dalam sebuah pernyataan.
Kantor media pemerintah Dubai tidak segera menanggapi permintaan komentar melalui email.
BACA JUGA: Yuk Kenalan dengan Critical Eleven, Waktu Paling Kritis dalam Penerbangan Pesawat
Maskapai penerbangan negara Emirati, flydubai, kemungkinan besar akan diuntungkan jika maskapai Israel berhenti terbang ke Dubai karena mengoperasikan penerbangan langsung ke Tel Aviv.
Juru bicara El Al dan Israir mengatakan penerbangan mereka ke Dubai sesuai jadwal, untuk saat ini. Arkia tidak segera berkomentar.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.