Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tidak Serang Paru-Paru, Nyeri dan Gatal di Tenggorokan Jadi Gejala Khas Omicron

Tim Okezone , Jurnalis-Sabtu, 05 Februari 2022 |07:31 WIB
Tidak Serang Paru-Paru, Nyeri dan Gatal di Tenggorokan Jadi Gejala Khas Omicron
Ilustrasi Gejala Omicron. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

PERBEDAAN antara varian Omicron dengan varian Delta adalah varian Omciron banyak berkembang di saluran napas bagian atas. Sementara untuk varian Delta, berada di saluran napas bagian bawah dan paru-paru.

Oleh karena itu, salah satu gejala yang paling banyak dialami oleh pasien Omicron adalah nyeri dan gatal pada tenggorokan.

Dokter Spesialis Penyakit paru dari RSUP Persahabatan Dr.dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) menyebutkan bahwa sebanyak 63 persen pasien Omicron memiliki gejala batuk kering dan 54 persen nyeri tenggorokan. Sedangkan mudah letih memiliki angka sebesar 54 persen.

"Jadi sekitar 70 kali lebih banyak terjadi replikasi di saluran napas makanya gejala yang khas itu nyeri tenggorokan, gatal di tenggorokan, batuk dan hidung tersumbat, jarang sekali yang sesak napas," ujar dr. Erlina seperti dilansir dari Anatara.

"Beda sekali dengan Delta, Delta demam dan sesak napas karena banyak berkembang di paru-parunya," lanjutnya.

Selain batuk kering, nyeri tenggorokan dan mudah lesu, gejala umum yang dapat dijumpai pada varian Omicron adalah pilek/hidung tersumbat (27 persen), sakit kepala (36 persen), demam (18 persen) dan nyeri perut (5 persen). Sedangkan pasien yang tidak bergejala sekitar 35 persen.

Gejala umum ini dikatakan cukup ringan sehingga banyak yang mengabaikan dan cenderung menganggapnya sebagai flu biasa.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement