Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hari Kanker Sedunia, Menkes: Angka Kematian Tinggi karena Deteksi Dini Rendah

Pradita Ananda , Jurnalis-Jum'at, 04 Februari 2022 |17:16 WIB
Hari Kanker Sedunia, Menkes: Angka Kematian Tinggi karena Deteksi Dini Rendah
Menkes Budi Guna Sadikin. (Foto: Youtube)
A
A
A

KANKER serviks adalah salah satu kanker yang cukup banyak menyerang para perempuan Indonesia. Tercatat, jumlah kasus kanker serviks mencapai 36.633 kasus atau sekira 9,2 persen dari total kasus penyakit kanker di Indonesia.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kanker leher rahim merupakan penyebab kematian tertinggi kedua pada perempuan di Indonesia. Tingginya angka kematian akibat kanker di Indonesia, termasuk kanker serviks salah satunya dipicu karena deteksi dini yang rendah, sehingga penanganan pasien cenderung terlambat.

“Tingginya angka kematian akibat kanker, salah satunya disebabkan karena deteksi dini rendah. Cakupan skrining kanker serviks di angka 8,29 persen,” ujat Menkes Budi, dalam gelaran Webinar Hari Kanker Sedunia 2022 ”Ayo Cegah KANKER SERVIKS dengan Vaksinasi HPV dan Deteksi Dini”, Jumat (4/2/2022).

Angka kejadian dan kematian kanker seviks bisa dicegah, bukan hanya dengan deteksi dini tapi juga dengan melakukan imunisasi Imunisasi Human Papillomavirus Vaccine (HPV).

Menkes Budi

Menkes Budi menyebutkan, saat ini Kemenkes akan melaksanakan demonstrasi imunisasi HPV sampai tahun 2024 lewat Keputusan MenteriKesehatan Republik Indonesia HK.01.07/MENKES/6779/2021 yang diterbitkan pada Desember 2021.

“Pemerintah melalui Kemenkes telah melakukan program demosntrasi imunisasi HPV sejak 2016. Tahun 2020 hingga 2024 akan dilaksanakan demonstrasi pemberian imunisasi HPV di 9 provinsi percontohan, sebagai wujud konkrit dukungan pemerintah untuk percepatan eliminasi kanker leher rahim tahun 2030,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Program Introduksi Imunisasi Human Papillomavirus Vaccine (HPV) tahun 2022-2024 akan digelar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Bali.

Selain itu juga Provinsi Gorontalo, Provinsi Sulawesi Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara, dan Kota Makassar pada tahun 2022-2023, dan di seluruh kabupaten/kota di wilayah Indonesia pada tahun 2024.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement