WHO pin menyebutkan varian BA.2, sub linear varian Omicron memiliki karakter yang tidak terlalu berbeda dengan Omicron original (BA.1). “BA.2 yang muncul dari varian coronavirus Omicron tampaknya tidak lebih parah daripada bentuk BA.1 (Omicron) asli,” tambah dia.
Pimpinan teknis WHO untuk Covid-19, Maria Van Kerkhove menegaskan, sejauh ini mereka tidak menemukan adanya perubahan pada level keparahan pada varian virus yang dijuluki sebagai siluman Omicron tersebut.
“Tidak ada indikasi bahwa ada perubahan tingkat keparahan. Sekali lagi, Omicron secara keseluruhan yang kami tahu lebih mudah menular, memiliki lebih banyak keuntungan pada aspek pertumbuhan dan menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada varian Delta. Tapi tetap sebagai virus yang sangat berbahaya,” tegas Maria.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.