Hanya di negara-negara yang gelombang Omicron belum terjadi, langkah antisipasi seperti protokol kesehatan dan wajib vaksin bisa diterapkan tepat waktu. Supaya memberikan dampak yang substansial.
Tapi di sisi lain, Dr. Christopher Murray menilai karena tingkat keparahan Omicron yang lebih rendah dibandingkan dengan varian lainnya. Maka hal ini akan menjadi faktor pendorong dalam menjadikan infeksi Covid-19 jadi penyakit yang lebih mudah dikelola.
“Tinjauan sistematis menurut varian sebelumnya menunjukkan bahwa 40 persen infeksi tidak menunjukkan gejala. Bukti menunjukkan bahwa proporsi infeksi tanpa gejala jauh lebih tinggi untuk Omicron, mungkin setinggi 80-90 persen. Setelah gelombang Omicron, Covid-19 akan kembali tetapi pandemi tidak akan terjadi,” imbuhnya.
Pada masa mendatang, Dr. Christopher menyimpulkan Covid-19 akan menjadi tipe penyakit yang menjadi ancaman teratur.
“Covid-19 akan jadi penyakit berulang lain yang harus dikelola oleh sistem kesehatan dan masyarakat. Masa ketika tindakan luar biasa dari pemerintah dan masyarakat untuk mengendalikan penularan SARS-CoV-2 akan berakhir,” pungkas Dr. Christopher.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.