Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

3 Kendala Utama Peneliti untuk Kembangkan Vaksin Merah Putih

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Rabu, 26 Januari 2022 |12:52 WIB
3 Kendala Utama Peneliti untuk Kembangkan Vaksin Merah Putih
Vaksin Covid-19 (Foto: Reuters)
A
A
A

PLT Organisasi Riset IPH BRIN Iman Hidayat mengatakan, saat ini posisi Indonesia ada di 194 kandidat vaksin yang di develop di dunia (pre clinical). Ini adalah situasi di mana Indonesia berupaya bersaing dalam konteks menjawab health resilience pada masa pandemi Covid-19.

Iman menegaskan, sudah 2 tahun lebih para peneliti masih dalam konteks baru mau memasuki uji klinis dalam pengembangan vaksin Covid-19 Merah Putih. Progres ini terbilang lamban, jika dibandingkan dengan negara lain yang hanya membutuhkan waktu setengah tahun saja dalam membuat vaksin.

 Vaksin Covid-19

Sebagaimana diketahui, Indonesia memiliki 7 tim yang pengembang vaksin yang terdiri dari Universitas Airlangga, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran, Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia (2 tim), dan LBM Eijkman. Semua tim ini terdiri dari berbagai platform.

"Dari keseluruhan tim ini ternyata ditemukan kendala mengapa Indonesia tidak secepat negara seperti China atau bahkan India dalam mendevelop vaksin Covid-19," ujar Iman dalam acara Talk to Scientist yang digelar di channel YouTube Brin Indonesia, Rabu (26/1/2022).

Ia pun membeberkan 3 kendala utama yang dihadapi para peneliti Indonesia dalam mengembangkan vaksin Merah Putih. Adapun 3 kendala tersebut, yakni:

1. Peneliti kita tidak memiliki pengalaman menngembangkan vaksin mulai dari 0. Jadi vaksin Polio dan lainnya yang diproduksi dari Bio Farma adalah membeli license dan tidak dikembangkan dari 0.

Tentunya konteks pandemi Covid-19 dalam mengembangkan vaksin, bisa menjadi learning experience yang dapat dimanfaatkan semua periset di Indonesia supaya bisa lebih mandiri dalam pengembangan vaksin.

2. Kolaborasi dengan industri

Jadi industri di Indonesia tidak banyak yang memiliki fasilitas RnD dalam pengembangan vaksin. Ini yang menjadi titik lemah bagi Indonesia.

Baca juga: Pakar Kesehatan: Belum Ada Vaksin Covid-19 yang Sebabkan Orang Meninggal

3. Infrastruktur yang kurang

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement