KAPAL Pesiar dialihkan pelayarannya karena belum membayar uang bakar. Padahal mereka membawa ratusan penumpang di dalamnya.
Melansir Fox News, kapal pesiar dari Miami tujuan Bahama dilaporkan setelah mereka tak mematuhi surat perintah pembayaran bahan bakar senilai USD 1,2 juta (sekitar Rp 17 miliar).
Kapal pesiar mewah, Crystal Symphony dijadwalkan berlabuh di Miami pada Sabtu setelah dua minggu singgah di Karibia. Sayangnya, rute dialihkan ke Bahama dengan sekitar 300 penumpang dan 400 awaknya setelah pengadilan AS mengeluarkan surat perintah penangkapan.
Kapal tersebut dioperasikan oleh Genting Hong Kong Ltd yang mengalami kesulitan keuangan sejak pandemi Covid-19 yang mempengaruhi perjalanan.
Peninsula Petroleum Far East mengajukan gugatan di AS untuk memulihkan USD 4,6 juta dalam biaya yang belum dibayar untuk bahan bakar tiga kapal berbeda yang dimiliki oleh Genting, termasuk USD 1,2 juta dari Crystal Symphony.
Akibatnya, pelayaran ditangguhkan hingga April. Tentu saja kabar ini membuat para penumpang berebut untuk menjadwalkan ulang pelayaran mereka yang tertunda di Bahama.
Syukurnya, tidak ada kepanikan berarti atau amukan yang terjadi karena kabar ini.