YOGYAKARTA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) berencana tetap melakukan relokasi pedagang kaki lima (PKL) Malioboro untuk menata kawasan tersebut.
Sebelumnya, kawasan Malioboro telah mendapat status Kawasan Heritage dari UNESCO.
Para PKL ini harus berpindah demi mewujudkan Sumbu Filosofi Yogya di kawasan Malioboro sebagai warisan dunia.
Mereka akan dipindah ke eks gedung Bioskop Indra dan eks gedung Dinas Pariwisata DIY.
Namun, para PKL yang telah lama berjualan di sana, menolak rencana penataan Malioboro. Bahkan, mereka juga telah mendatangi DPRD Kota.
Baca Juga:
Intip Keseruan El Rumi Main Flyboard, Netizen Malah Salfok ke Bagian Tubuh Ini
Inilah Rute Penerbangan Terpendek di Dunia, Hanya 47 Detik!
Sayangnya, rencana penataan tersebut kemungkinan besar akan segera terealisasikan.
Relokasi kawasan Malioboro itu akan dilakukan pada 1-7 Februari mendatang.
Sementara ada 1.700 PKL yang terdaftar di Malioboro.
Dalam sebuah video unggahan akun Instagram @kulinerjogya, penataan di Malioboro mengundang beragam komentar dari warganet.
“Padahal para pedagang ini yang selalu bikin kangen Yogyakarta,” tulis seorang pengguna.
“Sayang padahal itu ciri khasnya,” tambah yang lain.
(Kurniawati Hasjanah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.