Pearson LIU, Juru Bicara Sinovac menyampaikan bahwa saat dunia terus bergulat dengan munculnya varian baru Covid-19, studi ini memberikan kepastian bahwa tipe vaksin nonaktif tetap efektif melawan Covid-19.
"Hasil studi ini juga mendukung pentingnya pemberian vaksin booster untuk memastikan perlindungan terhadap Covid-19," terang LIU.
Penelitian ini sendiri muncul karena adanya temuan baru yang menunjukkan bahwa satu bulan setelah dosis kedua, CoronaVac memberikan respons Sel-T yang lebih tinggi dibandingkan dengan vaksin mRNA. Ini penting untuk mencegah penyakit serius, rawat inap, dan kematian.
Baca juga: Efek Samping Vaksin Booster Sinovac, Hanya Nyeri di Bekas Penyuntikan
Temuan yang dipublikasi pada Desember 2021 ini berasal dari penelitian yang dilakukan oleh LKS Fakultas Kedokteran The University of Hong Kong (HKUMed) dan Fakultas Kedokteran The Chinese University of Hong Kong CU Medicine.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.