PERUSAHAAN tes cepat Covid-19 menghadapi gugatan class action dari ratusan pelancong yang dijanjikan tes PCR 90 menit cepat.
Melansir Newscom.au, pelancong yang terdampar di bandara Australia pada Boxing Day, ditolak untuk tes cepat Covid-19 yang sudah dipesan sebelumnya.
Spesialis Diagnostik Histopat telah berjanji untuk mengungkapkan hasil tes Covid selama 90 menit di bandara Melbourne, Brisbane, dan Sydney, sehingga memungkinkan pelancong untuk dites sebelum naik ke penerbangan.
Setelah membuat janji dan membayar biaya USD120 (Rp1,7 juta), ratusan pelancong ditolak dari tes yang telah dipesan sebelumnya tanpa peringatan.
Baca juga: Australia Kembali Buka Perbatasan, Perjalanan Internasional Diizinkan Lagi

"Mereka dijanjikan 90 menit untuk hasil tes di bandara pada hari H, jadi mereka membayar secara online dan datang ke bandara untuk diuji hanya untuk ditolak," ungkap Kepala Pengacara, Michel Margalit.
"Mereka kehilangan kesempatan untuk diuji di tempat lain dan gagal terbang di hari itu," tambahnya.
Margalit mengatakan, pelancong berjuang agar biaya pemesanan mereka diganti, serta biaya penerbangan dan akomodasi. "Sama sekali tidak ada peringatan bahwa pengujian tidak akan selesai di hari itu," tuturnya.