PAKAI masker dengan benar menjadi imbauan pakar kesehatan saat ini di tengah merebaknya varian Omicron di Indonesia. Terlebih, makin ke sini makin banyak orang yang malas mengenakan masker dengan benar.
Salah satu contohnya adalah mengenakan masker dengan menempatkan masker di bawah lubang hidung. Artinya, pakai masker hanya menutupi mulut, sedangkan hidung dibiarkan terekspos dan ini tentu salah besar. Memungkinkan virus masuk ke tubuh melalui lubang hidung.

Kebiasaan pakai masker yang benar harus kembali diterapkan semua orang sekarang. Termasuk menentukan jenis masker apa yang dipakai, terutama saat berada di luar rumah.
Jenis masker kain terbukti tidak melindungi Anda dari paparan Omicron. Hanya mengandalkan masker kain memungkinkan Anda terpapar varian B.1.1.529 yang sangat menular, menurut laporan Wall Street Journal, baru-baru ini.
Banyak ahli penyakit menular mencatat orang lebih memilih masker kain karena lebih nyaman dan modis untuk dipakai, tetapi masker ini hanya dapat memblokir tetesan Covid-19 ukuran besar, bukan aerosol atau partikel yang lebih kecil yang juga dapat membawa virus.
Mayo Clinic sekarang mewajibkan semua pasien dan pengunjung untuk memakai masker bedah, masker N95 atau KN95. Jadi jika ada yang memakai masker kain atau bandana satu lapis, mereka akan diberikan masker medis untuk kemudian diminta dipakai sebelum masker kain.
Baca Juga: WHO Peringatkan Potensi Tsunami Kasus Akibat Serangan Varian Delta dan Omicron
Masker medis menjadi penting karena memblokir virus Covid-19 melalui karakteristik muatan elektrostatik polipropilennya, sedangkan masker N95 memiliki jaring serat yang lebih rapat daripada masker bedah atau masker kain dengan karakteristik muatan elektrostatik juga. Ini memungkinkan masker menjadi alat paling efisien dalam memblokir partikel yang dihirup dan dihembuskan.
Baca Juga : CDC: Gejala Infeksi Varian Omicron Muncul Setelah Tiga Hari
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) sendiri masih merekomendasikan masker N95 hanya untuk petugas kesehatan.
Tetapi Dr. Monica Gandhi, spesialis penyakit menular di University of California, San Francisco, mengatakan, jika setiap orang hanya mengenakan masker kain atau hanya masker bedah, tidak akan menghalau mereka dari varian omicron.
"Jika Anda benar-benar tidak ingin terpapar, Anda harus memakai jenis masker yang tepat," kata dr Gandhi, dikutip MNC Portal dari Fox News, Senin (3/1/2022).
Dokter Gandhi merekomendasikan masker N95, KN95, dan KF94. Tetapi jika tidak tersedia, Anda bisa pakai masker ganda, terdiri dari masker medis ditambah masker kain di bagian paling luar.
"Masker apa pun lebih baik daripada tidak pakai masker sama sekali. Tapi masker kain ditambah masker bedah tidak sebagus masker kaliber N95," kata Dr. Ranu Dhillon, seorang dokter di Brigham and Women's Hospital.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.