Pilot harus menjaga atau juga bisa mengurangi kecepatan pesawat bila mereka merasa ada kerusakan pada mesin yang bisa mempengaruhi kinerja pesawat. Mempercepat kecepatan pesawat hanya boleh dilakukan bila diperlukan untuk keselamatan penerbangan atau untuk mempertahakan kontrol jalur penerbangan.
Jika bird strike yang terjadi mengakibatkan kaca depan pesawat rusak, bila kejadian tersebut terjadi dibawa 10.000 kaki, maka pilot harus menghentikan proses take off dan terbang rendah. Sementara bila kejadian terjadi di atas 10.000 kaki, pilot harus menurunkan pesawat hingga 10.000 kaki atau terbang pada ketinggian aman.
Bird strike biasanya terjadi saat pesawat akan take off (lepas landas) atau landing (mendarat). Apabila bird strike terjadi saat akan landing, jika pilot yakin bisa mendaratkan pesawat dengan aman maka mereka bisa mengambil opsi tersebut.
Meski demikian, jika tidak yakin karena ada kerumunan burung, pilot bisa bertahan terlebih dulu di udara sambil menunggu burung-burung pergi.
Ketika sudah mendarat, pilot harus melaporkan kejadian bird strike yang dialaminya kepada pihak terkait sesuai prosedur yang ada.
Tak hanya sesudah terkena bird strike, bila pilot menemukan adanya aktivitas burung yang dianggap mengganggu penerbangan di sekitar bandara, hal tersebut juga harus dilaporkan.
(Kurniawati Hasjanah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.