Rocky lantas membantu menenangkan Fotieo. Ia melakukan apa yang bisa dilakukan di tengah kondisi penerbangan.
"Itu adalah faktor stress saat hal seperti ini muncul. Tapi itu bagian dari pekerjaan kami," ucap Rocky.
Menurut penuturan Fotieo, Rocky mencari tempat duduk yang cukup, yang setidaknya ada jarak dengan orang lain.
"Saat dia kembali dan memberitahu saya, dia tak menemukan tempat duduk yang cukup, saya memilih tetap di kamar mandi karena tak ingin berada di dekat orang lain saat penerbangan," papar Fotieo.
Sebuah catatan yang menyebutkan kamar mandi itu tak berfungsi kemudian ditempel di pintu. Lokasi itu menjadi tempat karantina Fotieo selama penerbangan.

Rocky terus-menerus memberi banyak makanan dan minuman. Namun, itu tak cukup membuat rasa terkejut Fotieo mereda.
"Saya terkejut, saya melewatkan perjalanan keluarga. Saya terkejut saya akan berada di Islandia sendirian. Saya terkejut bahwa saya memiliki 20 keluarga di rumah yang hanya memiliki saya di kelas mereka," tutur Fotieo.