VARIAN omicron memang membuat banyak negara lain mengalami lonjakan kasus positif Covid-19. Di Indonesia sendiri, varian omicron sudah mulai menyebar yang berasal dari mereka yang baru tiba dari luar negeri.
Terbaru, ada penambahan 21 kasus baru, sehingga menyebabkan total kasus Omicron di Indonesia yang sudah terkonfirmasi sebanyak 68 kasus. Kasus tersebut didominasi oleh para pelaku perjalanan luar negeri, dengan catatan mayoritas dari Turki dan Uni Emirat Arab.
Ancaman akan hantaman gelombang ketiga dengan kehadiran varian Omicron yang menyebar dengan cepat. Jika merujuk pada situasi yang terjadi di Afrika Selatan, puncak gelombang ketiga terjadi dalam kurun waktu hanya 37 hari sejak Omicron merebak.
Ditambah dengan mobilitas masyarakat Indonesia yang saat ini makin meningkat jelang libur akhir tahun. Berdasarkan Laporan Mobilitas Masyarakat selama Pandemi Covid-19 hingga tanggal 25 Desember 2021 yang dirilis oleh Google, terjadi peningkatan pergerakan masyarakat sebesar 10 persen di tempat-tempat seperti restoran, kafe, pusat perbelanjaan, taman hiburan, museum, perpustakaan, dan bioskop jika dibandingkan dengan bulan November 2021.
Merujuk pada situasi ini, seberapa siapkah masyarakat Indonesia menghadapi ancaman third wave dengan Omicron ini? Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi - FKUI, RSUP Persahabatan, dr. Prasenohadi, Sp.P, KIC, Ph.D, menuturkan ada tiga kunci utama yang harus dilakukan bersama masyarakat dan pemerintah untuk menghadang ancaman terjadinya third wave di Indonesia.
“Sekali lagi, peningkatan cakupan vaksinasi, menjaga protokol kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh dengan meningkatkan gizi, meningkatkan kegiatan-kegiatan yang sifatnya meningkat imun, jadi hal yang penting dalam mencegah terjadinya gelombang ketiga,” kata dr. Prasenohadi, dikutip dari akun channel Youtube resmi BNPB, Kamis (30/12/2021).
Dokter ahli tersebut mengingatkan, pandemi Covid-19 adalah masalah bersama. Maka dari itu, kepatuhan semua warga akan protokol kesehatan dan tindakan nyata dari pemerintah jadi kunci penting penanganan pandemi.
“Kalau masyarakat tetap menjaga prokes, cakupan vaksinasi Covid-19 lebih ditingkatkan. Diharapkan gelombang ketiga enggak terjadi, mudah-mudahan ini tak menjadi kenyataan seperti di Afrika sana. Jadilah agen edukasi untuk masalah Covid-19,” tutup dr. Prasenohadi.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.