Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPOM Sebut Sudah Terbitkan Izin untuk 11 Vaksin dan 3 Obat

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Rabu, 29 Desember 2021 |20:47 WIB
BPOM Sebut Sudah Terbitkan Izin untuk 11 Vaksin dan 3 Obat
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
A
A
A

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memang menjadi penanggung jawab dalam penerbitan Emergency Used Authorization (EUA) terkait dengan vaksin maupun obat-obatan untuk terapi penyembuhan Covid-19. Oleh karena itu, BPOM pun menjadi penentu vaksin-vaksin yang beredar di Indonesia.

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan, pihaknya telah bekerja keras dalam situasi darurat Covid-19 untuk bisa cepat dalam mengambil kebijakan namun tetap memenuhi standar mutu, keamanan, dan khasiat.

“Badan POM telah menerbitkan EUA untuk 11 vaksin Covid-19 dan juga 3 jenis obat terapi Covid-19. Dan sedang berjalan juga obat-obat baru untuk terapi Covid-19,” terang Penny dalam acara Taklimat Bidang PMK, Rabu (29/12/2021).

Penny menjelaskan, Badan POM tidak sendirian dalam menerbitkan EUA terkait vaksin dan obat terapi Covid-19, namun banyak didukung dari para ahli, para expert di bidangnya masing-masing. Fungsinya adalah untuk memastikan mutu, keamanan, dan khasiat namun dengan percepatan yang harus diberikan Badan POM.

Selain penerbitan EUA, Badan POM terus mengawal dan melakukan pengawasan terhadap vaksin dan obat-obatan yang beredar sepanjang 2021. Tak lupa, Penny juga mengatakan bahwa pihaknya juga terus memantau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang mungkin saja bisa terjadi dari proses vaksinasi Covid-19.

“Badan POM juga terus melakukan pengawasan obat dan vaksin di peredaran dan merespon KIPI bersama Kementerian Kesehatan, Komnas dan Komda KIPI,” tuntasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement