Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Sembarangan Buang Boarding Pass dan Unggah ke Sosial Media

Nindi Widya Wati , Jurnalis-Jum'at, 17 Desember 2021 |16:00 WIB
Jangan Sembarangan Buang Boarding Pass dan Unggah ke Sosial Media
Ilustrasi Boarding Pass (dok Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Boarding pass seringkali dianggap sepele bagi penumpang pesawat, bahkan ada beberapa orang yang ingin membuangnya.

Namun ternyata, boarding pass bukan hanya secarik kertas yang memuat nomor kursi, tetapi memiliki lebih banyak informasi pribadi yang membuat Anda rentan terhadap peretasan.

Melansir dari Reader's Digest, sebagian besar dari kita tidak menyadari bahwa Google melacak semua aktivitas penggunanya, dan boarding pass memiliki banyak informasi pribadi yang dikodekan di dalamnya. Pasalnya, maskapai penerbangan bukan satu-satunya yang bisa memindai barcode di boarding pass. Banyak sekali aplikasi ponsel gratis yang dapat memindai kode boarding pass.

Terlebih adanya pandemi Covid-19 membuat banyak layanan online yang meminta scan kode QR boarding pass untuk memesan di bar dan restoran. Pemindaian kode boarding pass sangat mudah dan tanpa kontak.

Lalu, informasi terpenting apa yang diperoleh?

Dapat memperoleh nomor akun pelanggan yang ditautkan ke miles frequent flier, termasuk nomor telepon atau alamat email Anda. Peretas mana pun yang memindai kode batang boarding pass berkemungkinan besar dapat melihat empat nomor terakhir dari kartu kredit, dan tarif pembelian tiket pesawat. Sehingga berpotensi mendapatkan gambaran tentang keuangan Anda.

Seberapa rentan informasi Anda dapat diretas?

Bermodalkan nomor akun dan nama lengkap, peretas dapat menemukan informasi lain tentang Anda di media sosial, termasuk jawaban atas pertanyaan keamanan umum, seperti nama hewan peliharaan, atau nama gadis ibu Anda. Setelah mereka masuk ke akun Anda, mereka dapat mengubah penerbangan, dam mencuri poin mileage, dan masih banyak lagi.

Lalu, saat peretas tidak bisa masuk dengan cara tersebut, mereka berani menelepon Anda berpura-pura menjadi pihak maskapai penerbangan meminta kata sandi demi alasan keamanan. Bahkan, peretas juga berani menelepon maskapai penerbangan, dengan dalih sama meminta kata sandi terakhir penumpang.

Peretas juga bisa memperoleh informasi pribadi Anda dari media sosial, seperti tanggal lahir, dan sandi saat pengguna mengatur ulang kata sandi. Peretasan kemungkinan besar masih terjadi meskipun Anda menaiki penerbangan tingkat atas.

Apakah saya tetap aman meskipun tidak mempunyai akun frequent flier?

Frequent flyer adalah program loyalitas yang ditawarkan oleh maskapai penerbangan. Namun, Orang yang memiliki akun frequent flyer memang sangat sedikit di setiap maskapai. Jika Anda mempunyai akun frequent flyer, risiko peretasan kemungkinan kecil.

Pasalnya, dengan nama lengkap dan detail penerbangan Anda, peretas yang cerdas dapat memasukkan informasi tersebut di situs web maskapai dan berpotensi mendapatkan akses ke semua detail penerbangan Anda, dan berpotensi juga bagi semua penumpang.

Jadi, bagaimana cara melindungi data boarding pass saya?

Pada dasarnya, merahasiakan boarding harus dilakukan. Jangan membuangnya begitu saja ke tempat sampah, lebih baik sobek atau hancurkan di rumah terlebih dahulu.

Hindari mengunggah boarding pass di sosial media, karena selama ini jika mencari tagar #boardingpass akan melihat banyak penumpang yang mengunggah foto broading pass mereka. Jika Anda berkeharusan memberi tahu ke orang lain, lebih baik dibagikan melalui pesan pribadi.

(Kurniawati Hasjanah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement