Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mencicipi Kuliner Toko Kue Tertua di Malang, Berdiri Sejak Zaman Penjajahan Belanda

Avirista Midaada , Jurnalis-Jum'at, 17 Desember 2021 |20:08 WIB
Mencicipi Kuliner Toko Kue Tertua di Malang, Berdiri Sejak Zaman Penjajahan Belanda
Toko kue tertua di Malang (dok MPI/Avirista Midaada)
A
A
A

Perempuan berusia 16 tahun ini menyebutkan, bila sejauh rasa dan komposisi citra rasa kue tak pernah diubah sejak pendiri pertama The Djie Hiap di era Belanda hingga saat ini.

Selain itu aneka toples kue juga masih dikemas sama, dengan bentuk sama yang vintage sejak berdiri, tentu ini yang menjadi ciri khas toko kue yang tertua di Malang raya.

"Bangunan tidak pernah ada perubahan. Di dalam juga tetap sama kurang lebih seperti ini seperti dulu. Yang berubah mungkin posisi kue dan isinya. Kalau toplesnya raknya dari dulu seperti ini," jelasnya.

"Saya rasa itu tidak bisa dicari, mungkin karena resep itu turun temurun. Itu sulit untuk dibuat sama yang lain. Mungkin kue sekarang rasa lebih modern, kita pertahankan rasa yang lebih kuno. Ini bisa dikatakan toko kue tertua di Malang. Kami hampir sama dengan Toko Oen," tambahnya.

Ia menambahkan, bila sejak dahulu tokonya menjadi rekomendasi dan alternatif para penikmat kuliner klasik yang ada di Malang. Bahkan konon sejak zaman dahulu beberapa orang Belanda, dan beberapa orang luar negeri yang menjadi konsumen dari toko yang berada di Jalan Pasar Besar 30 B ini.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement