Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Tradisi Perburuan Paus ala Masyarakat Lamalera

Nindi Widya Wati , Jurnalis-Sabtu, 04 Desember 2021 |12:57 WIB
Mengenal Tradisi Perburuan Paus ala Masyarakat Lamalera
Masyarakat Lamarela Punya Tradisi Perburuan Paus (dok Okezone Wonderful Indonesia)
A
A
A

Penduduk Lamalera pernah mendapat hasil buruan berupa satu paus dewasa, yang beratnya antara 35 ton hingga 57 ton. Keberuntungan itu akhirnya digunakan sebagai sumber pangan untuk menjamin pasokan pangan seluruh desa selama satu bulan.

Adapun paus yang sering ditangkap oleh masyarakat Lamalera adalah paus sperma (Physeter macrocephalus) atau dikenal penduduk lokal sebagai koteklema. Kini, paus sperma masuk daftar satwa berstatus rentan menurut Daftar Merah IUCN 2018, artinya populasinya di alam menurun.

Selain itu, warga Desa Lamalera juga menangkap lumba-lumba spinner (Stenella longirostris), lumba-lumba hidung botol (Tursiops truncatus), paus pembunuh (Orcinus orca) dan beberapa spesies “blackfish” (misalnya paus pilot sirip pendek Globicephala macrorhynchus) untuk dikonsumsi.

Indonesia telah memasukkan paus dan lumba-lumba sebagai satwa yang dilindungi dan terlarang untuk diburu. Namun, pelarangan ini tidak efektif. Masyarakat Lamalera tetap memburu paus karena kegiatan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari budaya masyarakat Lamalera.

Untuk itu, perlu adanya arahan dari pemerintah tentang perburuan paus tradisional yang sudah seharusnya dilakukan secara lestari. Sembari menjamin kebutuhan pangan dari penduduk Lamalera, yang berada di salah satu provinsi dengan penduduk miskin tertinggi di Indonesia.

(Kurniawati Hasjanah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement