LAYANAN klinik kesehatan menjadi acuan kepuasan pasien dalam berobat. Di samping itu, di zaman sekarang fasilitas kesehatan juga harus terdigitalisasi.
Bila terjadi diskoneksi akibat fasilitas kesehatan yang belum terdigitalisasi dan layanan yang tidak terstandarisasi, menyebabkan banyak permasalahan bagi pasien, dokter, dan seluruh pihak. Karena itu, industri kesehatan sekarang ini juga perlu diinovasi.
Karena itu, CEO Klinik Pintar Harya Bimo mengatakan, perlunya sebuah klinik perlu membangun ekosistem kesehatan yang terhubung melalui digitalisasi klinik. Salah satunya yakni dengan adanya pendanaan agar memperkuat dukungan supply chain untuk klinik.
"Rencana strategis yang telah kami siapkan diharapkan akan mempermudah klinik dan terus meningkatkan kualitas layanan,” ujar Bimo lewat keterangannya.
Menurut Bimo, cara seperti ini juga bisa menghubungkan jaringan klinik dalam ekosistem kesehatan yang terintegrasi dengan rumah sakit, laboratorium dan lainnya. Dengan begitu, pelayanan kesehatan di suatu klinik kualitasnya bertambah.
Sementara itu, ditambahkan perwakilan Venturra Discovery Raditya Pramana, sektor klinik adalah salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan yang belum banyak tersentuh digitalisasi. Padahal memiliki peluang untuk tumbuh yang sangat besar.
"Bila pengelolaan klinik dilakukan secaa modern berbasis teknologi, para pemilik klinik maupun tenaga kesehatan bisa sepenuhnya fokus pada pelayanan kesehatan guna meningkatkan nilai pengalaman yang dimiliki pasien,” tutup Bimo.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.