Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Resistansi Antimikroba Berpotensi Jadi Silent Pandemic Masa Depan

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Kamis, 18 November 2021 |16:24 WIB
Resistansi Antimikroba Berpotensi Jadi Silent Pandemic Masa Depan
AMR (Foto: Stockphoto)
A
A
A

KASUS Antimicrobial Resistance (AMR) atau biasa dikenal dengan resistansi antimikroba masih sangat memperihatinkan. Bahkan AMR kerap disebut sebagai silent pandemic karena jumlah kasus kematiannya yang sangat banyak mencapai 700 ribu orang per tahun.

Selain itu kasus AMR juga cenderung terus mengalami kenaikan, dan dikhawatirkan kondisi ini dapat menyebabkan pandemi yang sebenarnya di masa mendatang. Pada 2050 diprediksi jumlah kematian akibat AMR mencapai 10 juta per tahun.

 AMR

Sementara distribusi kematian akibat AMR di masa depan ini diperkirakan paling banyak terdapat di Asia dengan 4,730 kematian dan Afrika dengan 4,150 juta kematian.

Perwakilan World Health Organization (WHO) di Indonesia, dr. Benyamin Sihombing, MPH, mengatakan situasi AMR saat ini benar-benar sangat memperihatinkan. Sebab dalam laporan 2020, WHO mengidentifikasi ada 26 kandidat atibiotik yang sedang dalam pengembangan klinis untuk menghadapi 8 patogen prioritas dunia untuk saat ini.

”Dari 26 antibiotik yang ada, yang ampuh untuk Multi Drug Resistance gram negative hanya 2. Ini mengartikan bahwa kecepatan munculnya resistan antimikroba, jauh lebih cepat melebihi antibiotik baru yang ampuh,” kata dr. Benyamin, dalam media briefing Antimicrobials Awareness Week (WAAW) 2021, yang disiarkan di channel YouTube Kemenkes (18/11/2021).

Dokter Benyamin menegaskan situasi ini menjadikan AMR sebagai ancaman serius global pada waktu di masa mendatang. Adapun langkah yang bisa dilakukan pemerintah Indonesia ke depannya untuk mengatasi masalah AMR ini diantaranya:

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement