Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sebabkan Kenaikan Kasus Covid-19, Menkes Khawatirkan Varian Delta AY.4.2

Siska Permata Sari , Jurnalis-Senin, 15 November 2021 |08:00 WIB
Sebabkan Kenaikan Kasus Covid-19, Menkes Khawatirkan Varian Delta AY.4.2
Ilustrasi (Foto : Livescience)
A
A
A

PANDEMI Covid-19 belum berakhir, meski di Indonesia kasus sudah mulai melandai. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kekhawatiran akan munculnya varian Delta Plus atau Varian Delta AY.4.2.

Pasalnya, varian tersebut sudah mulai muncul di beberapa negara seperti Inggris, Malaysia dan Singapura.

“Terjadi mutasi Delta yang namanya AY.4.2, yang disebut Delta Plus, ini juga cukup mengkhawatirkan. Varian Delta bermutasi dan di Inggris menyebabkan kenaikan (kasus Covid-19) sebesar ini,” kata Menkes RI Budi Gunadi Sadikin seperti dikutip dari Webinar Kesehatan Nasional di kanal YouTube PKSTV, Minggu (14/11/2021).

Varian Delta Plus

Dia menjelaskan, sebelumnya varian Delta juga telah bermutasi di Indonesia. Sub varian yang dominan berada di Indonesia dan sempat menyebabkan lonjakan kasus yakni AY.23 yang sudah masuk ke Singapura.

“Kita lihat di Indonesia ini varian Delta juga sudah bermutasi, sub mutasi. Delta yang asli, B.1.617.2 bermutasi. Yang paling banyak, di Indonesia adalah AY.23 dan AY.4, tetapi di Inggris itu AY.4.2. Kalau di Singapura itu ada AY.23, itu dari Indonesia asalnya,” ujarnya.

Baca Juga : Varian Delta, Dominasi Penyebab Kasus Covid-19 di Dunia

Baca Juga : Cegah Varian AY.4.2 Masuk, Kemenkes Akan Sebar 20 Mesin Genom Sequencing

Demi mencegah masuknya mutasi varian Delta atau varian baru lainnya, pemerintah telah memonitor dan melakukan genome sequencing secara rutin.

Varian Delta

“Semua dimonitor sekarang oleh jaringan 12 lab yang dibentuk di awal 2021 ini. Dengan demikian, kita bisa memonitor varian-varian apa yang ada di Indonesia dan bagaimana mutasinya,” kata Menkes Budi.

Dia menjelaskan, strategi deteksi surveilans penting untuk mengidentifikasi jika ada varian baru. Sebab, varian baru itulah yang bisa membuat gelombang berikutnya.

“Sekarang varian yang paling kuat adalah Delta, yang paling dominan, dan kita beruntung kita sudah melampaui puncaknya varian Delta, sehingga imunitas masyarakatnya paling tidak sudah ada. Yang dikhawatirkan adalah adanya Delta Plus atau AY.4.2, tetapi kalau kita lihat mutasi-mutasi yang terjadi di AY.4.2 itu juga sudah terjadi di AY.23 yang ada di Indonesia. Jadi, Insya Allah seharusnya kita lebih tahan,” ujar dia.

Meski begitu, pemerintah tetap melakukan antisipasi untuk mencegah kemungkinan adanya gelombang ketiga. Termasuk menjaga ketat perbatasan-perbatasan negara, memperkuat testing dan tracing, mempersiapkan rumah sakit, vaksinasi, hingga memperkuat protokol kesehatan 3M di masyarakat.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement