PEMPROV Kepulauan Bangka Belitung akan membangun pusat konservasi buaya di lahan bekas tambang timah Desa Air Anyir, Kabupaten Bangka. Diharapkan spot tersebut jadi menjadi destinasi wisata edukasi baru di daerah itu.
"Pusat konservasi buaya ini nantinya akan menjadi wisata edukasi. Wisatawan dapat menyaksikan langsung pemberian makan hewan reptil tersebut sebagai salah satu atraksi," kata Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman Djohan.
Menurutnya, dalam pengelolaan pusat konservasi buaya ini, Pemprov Kepulauan Bangka Belitung akan bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Foundation Babel, sehingga buaya-buaya ini dapat berkembang dengan baik di kawasan tersebut.
Baca juga: Viral Pria Beri Peringatan Memancing di Rawa, Endingnya Malah Bikin Jantungan

"Kita berharap dengan adanya pusat konservasi ini, maka dapat menekan konflik buaya dengan masyarakat, karena habitat hewan reptil tersebut sudah banyak yang rusak," katanya.
Manajer PPS Alobi Foundation Endy Yusuf mendukung dan siap mengelola pusat konservasi buaya di Desa Air Bangka ini.
"Saat ini kami sedang merawat 31 ekor buaya Kompoeng Reklamasi Air Jangkang PT Timah. Pada umumnya buaya yang ada di PPS merupakan buaya yang berkonflik dengan masyarakat," ujar Erzaldi.