Meski demikian ia mengatakan bahwa tidak semua vape memiliki vitamin E di dalamnya. Namun jika memang ada, maka hal tersebut pasti akan menjadi masalah.
Sebuah studi baru-baru ini di AS menemukan vape dan rokok elektrik mengandung ribuan bahan kimia dan zat yang tidak diketahui dan tidak diungkapkan oleh produsen.
"Hanya ada sedikit regulasi cairan (liquid) dalam vape. Kami tidak tahu apa konsekuensi jangka panjangnya. Sementara nikotin juga tidak aman bagi perkembangan otak kelompok muda. Sebab, otak tumbuh hingga pertengahan usia 20-an dan sebelum waktu itu, setiap bagian nikotin yang terpapar dapat menyebabkan masalah," lanjutnya.
Mirisnya vape ini dijual untuk mengejar pasar anak-anak. Sebab vape menawarkan warna cerah dan banyak rasa. Tidak terlalu banyak orang dewasa yang benar-benar tertarik dengan itu.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.