PEMERINTAH sempat mengatakan bahwa masyarakat Indonesia harus bersiap untuk menghadapi masa transisi dari pandemi menuju endemi karena nantinya Covid-19 diprediksi akan berubah menyerupai penyakit flu biasa.
Walaupun begitu, masyarakat kembali diingatkan untuk tidak meremehkan, apalagi lalai untuk tidak patuh terhadap protokol kesehatan.

Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i menjelaskan, untuk bisa menurunkan derajat keparahan kasus Covid-19, maka herd immunity (kekebalan kelompok) perlu dicapai oleh suatu negara.
Salah satunya dengan upaya pemerintah melalui vaksinasi dan kerjasama masyarakat dengan patuh terhadap protokol kesehatan.
“Kita tidak bisa memastikan bahwa herd immunity dapat terbentuk sempurna. Beberapa pakar memprediksi Covid-19 akan menjadi epidemi jangka panjang dan tingkat keparahannya akan berkurang. Meski akan menjadi epidemi, tapi protokol kesehatannya harus tetap ketat, sampai nanti tingkat keparahan penyakitnya tidak berat,” ujar Dokter Fajri.
Lebih lanjut, Dokter Fajri menjelaskan bahwa, parameter pandemi bisa menjadi endemi adalah ketika masyarakat banyak yang tertular Covid-19, tapi tidak banyak yang masuk ke rumah sakit, sehingga tidak menyebabkan rumah sakit penuh. Sehingga harapannya, Covid-19 menjadi seperti penyakit flu biasa dan hanya tinggal menunggu kekebalan tubuhnya terbentuk.
“Tapi kalau sekarang masih belum tahu kapan pandemi bisa berubah menjadi endemi, bahkan Israel saja sekarang sedang outbreak kembali. Setelah divaksin dosis ketiga, baru akan turun lagi kasusnya. Inggris juga naik kasusnya, tapi karena 70 persen penduduknya sudah divaksin, jadi kasusnya tidak terlalu tinggi,” tuntasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.