SALAH satu kesulitan dalam mendorong program vaksinasi Covid-19 adalah hoax. Bahkan, kabar bohong ini membuat banyak orang kemudian menolak keras disuntik vaksin Covid-19 atau menjadi anti-vaksin.
Mereka pun memberikan banyak teori-teori atau melakukan protes dengan cara-cara yang cukup mengganggu. Tapi, tidak ada yang seekstrem warga desa di Guatemala satu ini.
Bagaimana tidak? Para warga Desa Nahuila, di Provinsi Alta, Verapaz, bagian utara Kota Guatemala ini diberitakan sampai menyandera para tenaga kesehatan tepatnya para suster yang berusaha mencoba memberikan vaksin Covid-19 kepada para warga desa, seperti dikutip Newser, Selasa (5/10/2021).
Para penduduk desa yang mengatakan mereka tidak mau disuntik vaksin tersebut, beraksi dengan memblokir jalan dan sengaja membuat kempes ban mobil kendaraan yang ditumpangi para nakes. Tidak hanya itu, para warga desa bahkan juga menghancurkan alat pendingin penyimpanan khusus (cooler) untuk vaksin dan sebanyak 50 dosis vaksin Pfizer.
Akhirnya para polisi dan pejabat setempat harus turun tangan dan bernegosiasi dengan para warga desa, agar mau membebaskan para tenaga kesehatan yang disandera tersebut. Dari keterangan para pejabat resmi setempat, sebelumnya tim vaksin juga sudah menerima penolakan untuk divaksin dari para penduduk desa.
Tapi Gabriel Sandoval, direktur departemen kesehatan Provinsi Alta mengaku insiden ini adalah kali pertama mereka menghadapi aksi penolakan sampai melibatkan kontak fisik. “Komunitas lain yang menolak biasanya memberikan info pengumuman secara tertulis di kertas, mengatakan mereka menolak divaksin dan mereka akan bertanggung jawab dengan penolakan tersebut,” kata Gabriel.
Ia menambahkan, sebetulnya ia tidak terlalu kaget akan kejadian ini. Mengingat banyaknya kabar yang salah terkait vaksin Covid-19 yang beredar di kalangan masyarakat di sana. “Banyak orang yang tidak percaya pada penyakitnya. Ada benturan secara kultur budaya,” pungkas Gabriel.
Guatemala sendiri saat ini tercatat memiliki kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 566.636 dan 13. 750 kematian akibat infeksi Covid-19.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.