Dari 775 pasien yang terlibat, mereka memiliki kondisi ringan hingga sedang yang terkonfirmasi positif. Gejala mereka tidak lebih dari 5 hari.
"Semua pasien setidaknya memiliki satu faktor risiko yang terkait dengan kondisi perburukan, seperti obesitas atau lansia," terang laporan tersebut.

Di sisi lain, obat setara dengan Molnupiravir dilaporkan memiliki efek kecacatan lahir dalam penelitian pada hewan. Sedangkan Molnupiravir, Merck memastikan, tidak memengaruhi DNA mamalia sama sekali, termasuk pada manusia.
"Pil Molnupiravir ini tidak mampu mendorong perubahan genetik pada sel manusia, tetapi pria yang terdaftar dalam uji cobanya harus berpantang dari hubungan seksual atau setuju menggunakan kontrasepsi selama uji coba dilakukan. Pada wanita, penggunaan obat tidak menghambat kehamilan dan mereka juga diminta menggunakan alat kontrasepsi," terang Merck.
Merck mengatakan, pengurutan virus yang dilakukan sejauh ini menunjukkan bahwa Molnupiravir efektif terhadap semua varian Covid-19 termasuk Delta yang sangat mudah menular.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.