Batik menjadi salah satu kain khas #DiIndonesiaAja yang telah ada sejak zaman dahulu ini merupakan pakaian anggota kerajaan. Seiring berjalannya waktu, batik menjadi kain yang dapat dikenakan oleh siapa pun. Kain yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 2009 ini juga sudah dimodifikasi menjadi ragam fesyen yang dapat digunakan di berbagai kegiatan, seperti kemeja, celana, rok, outer wear, tas, hingga sepatu.
Tidak hanya dijadikan ragam fesyen, kain batik juga memiliki motif yang berbeda-beda di berbagai daerah. Ciri khas ini lah membuat batik menjadi salah satu buah tangan andalan saat Anda berkunjung ke suatu daerah #DiIndonesiaAja. Di balik motif yang berbeda-beda, terdapat filosofi dan cerita yang mengesankan. Ditambah dengan proses pembuatannya yang cukup panjang menambah kekaguman kala mengenakannya.
Tak heran, jika berburu kain batik di beberapa daerah menjadi kegiatan wajib saat berlibur. Sebelum dapat berburu kain batik secara langsung, segera lakukan vaksinasi terlebih dahulu, ya! Namun, selama #DiRumahAja, Anda bisa #BeliKreatifLokal produk batik melalui berbagai platform digital. Jika masih belum cukup? Anda bisa mendapatkan informasi lainnya seputar batik, beragam produk kreatif lokal, hingga tempat berburu batik dengan follow akun Instagram @pesonaid_travel. Sembari menunggu saat yang tepat untuk berburu batik, simak dulu filosofi dari motif batik yang ada di berbagai daerah #DiIndonesiaAja, berikut ini.
1. Batik Mega Mendung, Cirebon, Jawa Barat

(Foto: Instagram/@tissadabatik)
Batik Cirebon menjadi salah satu kain yang populer dengan beberapa motif khas, salah satunya ialah mega mendung. Batik dengan pola awan-awan yang termasuk dalam golongan wadasan atau batik keraton ini memiliki filosofi tentang kesabaran.
Mega mendung terdiri dari kata ‘mega’ yang berarti awan dan ‘mendung’ yang berarti langit redup sebelum turun hujan. Mendung di sini juga berarti kesabaran. Selain dengan gambarnya, mega mendung mempunyai khas dengan tujuh gradasi warna yang digunakan sebagai pelapis dengan maksud tujuh lapisan yang ada di langit.
Dengan proses pembuatan yang cukup sulit, jika hasil membatik semakin baik, maka orang tersebut merupakan orang yang telaten atau sabar. Maka dari itu, para pemakai batik mega mendung ini juga diharapkan memiliki sifat penyabar, teduh, dan dapat mendinginkan suasana.