"Kami tahu orang ingin bepergian. (Tapi) kami tahu kami memiliki beberapa bulan yang sulit untuk dilalui, kami memiliki kejelasan bahwa ini tidak akan hilang, dua pasar domestik terbesar sedang terkunci," kata Harrison.
Sementara, Tehan juga menyebut bahwa masih ada permintaan yang tinggi untuk pariwisata China.
“Kami akan menyambut turis China kembali ke Australia setelah pandemi ini diperbaiki. Kami memiliki beragam pasokan wisatawan yang datang ke Australia, kami ingin melihat pariwisata China kembali ke tingkat yang kami lihat sebelum pandemi," tutup Tehan.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.