TRAVELING termasuk hobi bagi banyak orang, bahkan tak sekadar menjadi hobi saja. Melakukan sebuah perjalanan ke berbagai tempat baru dan memberikan pengalaman yang berkesan. Selain bermanfaat bagi kesehatan tubuh, traveling juga bermanfaat untuk mengurangi stres dan depresi.
Namun, saat tengah traveling, terkadang seseorang melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk yang justru membuat perjalanan itu menjadi tidak nyaman. Nah, berikut 5 kebiasaan buruk yang harus secepatnya harus Anda hentikan saat traveling.
Jangan berlebihan
Hal paling menjengkelkan bagi traveler adalah kelebihan muatan pada bagasi pesawat. Jangan sampai Anda menaruh barang apa saja di dalam koper tanpa memilahnya terlebih dahulu. Supaya koper menjadi ringan, Anda bisa menyesuaikan pakaian dengan musim negara tujuan dan menggulung pakaian untuk menghemat tempat.
Solusi lainnya adalah menggunakan aplikasi untuk meringankan beban bawaan Anda. Di antaranya adalah PackPoint yang menghasilkan daftar perjalanan berdasarkan preferensi Anda, dan Packing Pro menyediakan daftar untuk seluruh keluarga, bahkan hewan peliharaan.
Baca juga: Wajib Scan Barcode di Tempat Wisata, Warga: Bagus tapi Merepotkan!

Jangan bepergian terlalu jauh
Tetap berada di dalam batas negara bagian, hal ini bisa menjadi rute teraman yang Anda ambil dalam jangka pendek. Namun, Daniel Finch dari Wotif mengatakan, ada manfaat untuk bepergian dekat dengan rumah, seperti mengurangi keramaian antarnegara, terutama pada musim libur sekolah.
Jangan kembali ke tempat yang sama
Anda pasti memiliki tempat tujuan favorit yang akan dikunjungi lagi dan lagi. Namun, data dari Wotif menunjukkan 54 persen orang Australia mencari petualangan baru setelah masa lockdown berakhir dan 34 persen mereka ingin bepergian ke suatu tempat yang belum pernah dikunjungi.
Melihat hal ini, Anda mungkin juga bisa mencoba melakukan traveling ke tempat baru dan mendapatkan pengalaman yang berbeda. Saatnya untuk meninjau kembali daftar perjalanan Anda.
Jangan Berutang
Bila Anda sedang merencanakan traveling, ada baiknya dengan tidak berutang. Memang terlihat mudah dan cepat, tetapi begitu tiba waktu untuk melunasinya justru akan merepotkan. Terlebih dana itu telah habis terpakai untuk biaya selama perjalanan.
"Lebih dari setengah orang Australia menaruh hingga USD4.000 pada kartu kredit mereka ketika bepergian, dan hanya 37 orang yang segera melunasinya," kata analis keuangan, Canstar Effie Zahos.
“Kami punya waktu sekarang untuk mengambil napas dan merencanakan anggaran perjalanan sehingga Anda tidak menemukan diri Anda dalam situasi itu ketika perbatasan terbuka untuk merobek kartu kredit Anda,” tambahnya.

(Foto: Shutterstock)
Menurut Zahos, opsi layby liburan dapat membantu, namun perlu diketahui bahwa beberapa mengenakan biaya hingga 25,99 persen setelah periode bebas bunga.
Bijak menggunakan ponsel
Tahan godaan Anda untuk mencoba mengabadikan semua yang dilihat dan dialami saat liburan, terutama dengan menggunakan kamera ponsel.
“Terus-menerus menunjukkan hal-hal yang Anda perhatikan di sekitar, juga merupakan cara yang bagus untuk tetap berada di saat ini dan bukan di ponsel Anda,” kata Luke McLeod, pendiri studio meditasi virtual Soul Alive.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.