Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cile Buka Kembali Perbatasan Dongkrak Sektor Pariwisata

Antara , Jurnalis-Kamis, 16 September 2021 |20:01 WIB
Cile Buka Kembali Perbatasan Dongkrak Sektor Pariwisata
Striker naturalisasi Indoensia
A
A
A

OTORITAS Cile mengumumkan rencana untuk membuka kembali perbatasan bagi pengunjung pada Rabu kemarin dalam upaya menghidupkan kembali industri pariwisata yang sedang terpuruk menjelang musim panas belahan bumi selatan.

Upaya vaksinasi juga dianggap berhasil menurunkan angka kasus infeksi Covid-19 di negara itu. Terdapat berbagai syarat yang harus dipenuhi oleh pelancong jika hendak memasuki Ciile.

Kepala Kesehatan Masyarakat, Paula Daza mengatakan, wisatawan diminta untuk menunjukkan tes PCR negatif Covid-19 yang dilakukan hingga 72 jam sebelum memasuki Cile, menjalani karantina wajib 5 hari, memiliki asuransi perjalanan medis dan menunjukkan bukti vaksinasi.

Pelancong diimbau tidak memesan perjalanan mereka ke Cile sampai sertifikat vaksinasi mereka divalidasi oleh kementerian kesehatan Cile, yang bisa memakan waktu satu bulan.

Baca juga: Menengok Kota Hantu di Cile

Pengunjung tanpa vaksin, termasuk anak-anak hanya akan diizinkan masuk dengan kriteria ketat, seperti untuk alasan kemanusiaan.

Asosiasi Maskapai Penerbangan Cile (ACHILA), yang telah mendorong pembukaan kembali perbatasan, mengatakan peraturan baru itu tidak mengubah apa pun dalam praktiknya.

"Mengingat tingginya persentase vaksinasi di negara kami dan rendahnya tingkat penularan dan kepositivan, langkah-langkah yang diumumkan oleh pemerintah terus menjadi yang paling ketat di dunia," sebut ACHILA dalam sebuah pernyataan.

Mereka mendesak pemerintah menghapuskan persyaratan karantina dan mengizinkan anak-anak belia menerima vaksin masuk ke negara itu untuk memfasilitasi perjalanan.

Perdebatan muncul ketika kehidupan mulai kembali normal di Cile, yang menawarkan salah satu tingkat vaksinasi tertinggi di dunia, dengan 73 persen populasi sekarang diinokulasi terhadap Covid-19.

Perbatasan ditutup bagi pelancong pada Maret 2020 ketika pandemi pertama melanda, dan diulang pada April 2021 ketika Chile mengalami gelombang kedua virus yang lebih ganas.

Baca juga: Chile saat ini melaporkan antara 200 dan 500 kasus baru sehari, dengan tingkat tes positif satu persen pada Selasa lalu.

Wakil Sekretaris Pariwisata, Jose Luis Uriarte mengatakan, turis asing dipersilakan asalkan mereka menghormati langkah-langkah perawatan diri yang ketat di Cile dengan mengenakan masker dan menjaga jarak sosial.

"Ini merupakan langkah yang sangat penting dalam pengaktifan kembali dan pemulihan pariwisata asing, yang menyumbang sekitar 40 persen pendapatan kami dari pariwisata," kata Uriarte.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement