Bandung menjadi salah satu daerah yang menjadi saksi sejarah Kemerdekaan Indonesia. Keindahan pariwisata dan budaya di Bandung juga menjadi perhatian dunia sejak lama. Tidak terkecuali keindahan alam yang berada di beberapa wilayahnya, seperti di Kawasan Pegunungan Malabar yang merupakan sebuah gunung api berlokasi di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Nama Malabar tidak lepas dari sejarah radio tertua di Bandung yang diresmikan oleh Gubernur Jenderal Dirk Fock pada 5 Mei 1923. Meski pada awal peresmian ada kendala cuaca yang membuat acara sempat terancam diundur. Namun, peresmian tetap dilakukan dengan cara mengirim pesan telegraf radio kepada Ratu Belanda dan Menteri Urusan Koloni, tetapi tidak ada jawaban dari stasiun radio di Belanda tersebut. Hingga pada 6 Mei 1923 malam pemancar kembali berfungsi dengan baik dan pesan kembali dikirimkan dari Kantor Berita Aneta di Belanda.

Foto: Dok Sindonews
Sejak saat itu, untuk mengenang peristiwa telekomunikasi tersebut, didirikanlah dua patung laki-laki yang tengah mengapit tiga perempat bola dunia. Bila ditelisik lebih saksama, kedua patung pria dalam monumen tersebut terlihat tengah berkomunikasi, salah satunya dibuat berteriak dengan tangan di mulutnya. Sementara patung yang satunya lagi menaruh tangan kanannya di telinga seolah sedang mendengarkan sebuah pesan.
Kini, Gedung Stasiun Radio Malabar tinggal kenangan, sebab setelah Jepang hengkang dari Indonesia, para pejuang republik di Bandung Selatan menghancurkan gedung Stasiun Radio Malabar. Stasiun radio tersebut hancur bersamaan dengan peristiwa Bandung Lautan Api dan kini bekas lokasinya didirikan sebuah rumah ibadah bernama Masjid Istiqomah.
Sebagai saksi sejarah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menjadikan situs Radio Malabar sebagai objek wisata edukasi. Pada Maret tahun lalu sudah ada kegiatan Festival Gunung Puntang yang diadakan di Kawasan ini.
Di sana para wisatawan diberikan pengalaman seperti, live folk music performance, hammock party, hingga pameran produk lokal dan perlombaan. Selain itu, wisatawan juga dapat menyaksikan history call dari Radio Malabar ke Radio Kootwijk Belanda. Seru bukan!
3. Radio Retjo Buntung, Yogyakarta

Foto: wikipedia
Yogyakarta merupakan salah satu daerah pariwisata yang banyak diminati oleh banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Nah, siapa sangka jika Yogyakarta pun memiliki radio tertua bernama Radio Retjo Buntung yang pertama kali mengudara pada 9 Maret 1967 di Yogyakarta.