Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPOM Beri Izin Vaksin Janssen dan Convidecia yang Cuma Butuh Sekali Suntik

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Selasa, 07 September 2021 |19:40 WIB
BPOM Beri Izin Vaksin Janssen dan Convidecia yang Cuma Butuh Sekali Suntik
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)
A
A
A

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya memberikan izin penggunaan darurat (EUA) pada vaksin Janssen COVID-19 Vaccine dan Vaksin Convidecia. Vaksin ini pun berbeda dengan vaksin lainnya, lantaran hanya butuh sekali suntikan saja.

Dalam laporanya, BPOM menyebutukan berdasarkan data interim studi klinik fase 3 pada 28 hari setelah pelaksanaan vaksinasi, efikasi Janssen COVID-19 Vaccine untuk mencegah semua gejala (any symptom) Covid-19 adalah sebesar 67,2%.

"Efikasi untuk mencegah gejala Covid-19 sedang hingga berat (moderate to severe/critical) pada subjek di atas 18 tahun adalah sebesar 66,1%," demikian laporan BPOM yang diterima MNC Portal.

"Sementara untuk Vaksin Convidecia, efikasi vaksin untuk perlindungan pada semua gejala Covid-19 sebesar 65,3%, dan untuk perlindungan terhadap kasus Covid-19 berat adalah 90,1%," lanjut laporan tersebut.

Kemudian, dari sisi mutu vaksin, BPOM juga telah melakukan penilaian terhadap mutu kedua vaksin tersebut dengan mengacu pada pedoman evaluasi mutu vaksin yang berlaku secara Internasional dan juga hasil evaluasi terhadap aspek Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) terhadap sarana produksi di Negara asal.

"Hasilnya, kedua vaksin tersebut telah memenuhi standar persyaratan mutu," jelas Kepala BPOM, Penny K. Lukito, lebih lanjut.

Kedua vaksin yang sudah mengantongi EUA dari BPOM ini diberikan ke calon penerima dengan dosis sebanyak 0,5 mL secara intramuscular. Ya. cukup sekali suntikan saja seseorang sudah diyakini mendapat proteksi dari antibodi yang tercipta dari vaksin Janssen COVID-19 Vaccine dan Vaksin Convidecia.

Janssen COVID-19 Vaccine sendiri adalah vaksin yang dikembangkan oleh Janssen Pharmaceutical Companies dengan platform Non-Replicating Viral Vector menggunakan vector Adenovirus (Ad26).

Vaksin ini diproduksi di beberapa fasilitas produksi, antara lain di Grand River USA, Aspen South Africa, dan Catalent Indiana, USA. Di Indonesia, vaksin ini didaftarkan oleh PT Integrated Health Indonesia (IHI) sebagai pemegang EUA dan bertanggung jawab untuk penjaminan keamanan, khasiat, dan mutu vaksin.

Sementara, Vaksin Convidecia merupakan vaksin yang dikembangkan oleh CanSino Biological Inc. dan Beijing Institute of Biotechnology, yang juga dengan platform Non-Replicating Viral Vector namun menggunakan vector Adenovirus (Ad5).

Vaksin ini diproduksi oleh CanSino Biological Inc, China dan didaftarkan oleh PT Bio Farma sebagai pemegang izin EUA yang akan bertanggung jawab untuk penjaminan keamanan, khasiat, dan mutu vaksin ini di Indonesia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement