Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Punya Sejuta Pesona, Jangan Lupakan Pantai Senggigi "Si Cantik" Pulau Lombok

Antara , Jurnalis-Selasa, 07 September 2021 |13:01 WIB
Punya Sejuta Pesona, Jangan Lupakan Pantai Senggigi
Pantai Senggigi di Pulau Lombok, NTB (Foto: Instagram/@diajengnurmala)
A
A
A

SIAPA sih yang tidak kenal Senggigi? Ya, Senggigi sangat tenar dengan objek wisata pantainya yang eksotis. Terlebih pasir putih dan sunset-nya berlatar belakang siluet Gunung Agung, Bali.

Tak mengherankan namanya kawasan objek wisata Senggigi tersohor ke seantero dunia. Kawasan yang selalu membuat rindu para wisatawan.

Hingga ada pepatah, kalau orang ditanyakan Senggigi pasti langsung mengarah nama Pulau Lombok, bukan Nusa Tenggara Barat (NTB). Kawasan Senggigi berada di Kabupaten Lombok Barat atau kurang lebih memakan waktu sekitar 30 berkendaraan roda empat dari Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat, Mataram.

Bisa dibilang masa keemasan Senggigi itu pada tahun 1990-an. Turis mancanegara dan domestik berseliweran di pusat Kota Senggigi. Namun, badai pun mulai menerpa saat terjadi gempa bumi yang menggoyang Pulau Lombok pada tahun 2018, denyut nadinya perlahan-lahan mulai meredup.

Sempat mulai bangkit kembali. Namun, pandemi Covid-19 pertengahan 2020 makin meredup kembali. Kerlipan lampu-lampu keindahan dari hotel, restoran, dan tempat hiburan mulai padam. Jalanan sepi hingga serupa hidup enggan mati pun enggan.

Fokusnya pembangunan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah menambah merananya "Si Cantik Pulau Lombok". Warga setempat yang 80 persen menggantungkan hidupnya di dunia pariwisata pun berseloroh; "Jangan lupakan kami, Senggigi. Kami dahulu menara pariwisata terpandang di kepulauan Sunda Kecil,".

Baca juga: Misteri Vila Hantu di Balik Indahnya Pantai Senggigi

Hal itulah yang menjadi pekerjaan rumah bagi Pemprov NTB, khususnya dinas pariwisata, agar tidak hanya fokus pada pembangunan wisata di Lombok Tengah, tetapi harus mempertahankan aset berharga yang namanya sudah terkenal lebih dahulu, yakni Senggigi. 

Pemprov NTB jangan sampai melupakan Senggigi sebagai legenda pariwisata. Legenda pariwisata yang telah memberikan banyak pemasukan bagi provisi tetangga Pulau Bali.

Sunset di Pantai Senggigi, Lombok

(Foto: Instagram/@ainifitriah_dr)

Karena keprihatinan itulah, Pemerintah Desa Senggigi bertekad menghidupkan kembali melalui desa wisata berbasiskan masyarakat. Meski pandemi Covid-19 masih berlangsung, tidak menghambat untuk mengangkat "Senggigi Mendunia".

"Justru dengan pandemi Covid-19 ini, peluang menata desa wisata dengan sebaik mungkin. Hingga ketika new season benar-benar telah siap," kata Kepala Desa Senggigi, Mastur.

Tahap pertama yang akan ditata adalah menggali potensi baik wisata, budaya, dan kuliner setiap dusun di Desa Senggigi, seperti pasar jajanan tradisional dan Taman Trigona Mangsit.

Baca juga: Jalan Ambles di Kawasan Wisata Senggigi Segera Diperbaiki

Selanjutnya, akan membuat soft tracking di pegunungan Mangsit yang berada di sisi timur Pantai Senggigi. Pasalnya, menurut Kades Mastur​​​​​, selama ini hanya fokus pada wisata pantai, padahal di sisi pegunungan juga banyak potensi yang bisa digali.

Di hutan Senggigi akan dibuat pula areal berkemah, bahkan tempat berlatih panahan. Akan dibuat pula homestay.

Selain itu, kawasan Senggigi juga memiliki taman wisata alam (TWA) yang di dalamnya terdapat jalur tracking sampai air terjun. Pengunjung bisa menikmati suara burung, bahkan bisa melakukan pengamanan berbagai jenis burung yang unik.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement