Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Muncul Varian C.1.2 Asal Afrika Selatan, Lebih Berbahaya dari Delta?

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Selasa, 31 Agustus 2021 |14:51 WIB
Muncul Varian C.1.2 Asal Afrika Selatan, Lebih Berbahaya dari Delta?
Ilustrasi covid-19 varian C.1.2 asal Afrika Selatan. (Foto: Mego-Studio/Freepik)
A
A
A

SETELAH muncul covid-19 varian delta yang menyerang banyak negara di dunia, kini ditemukan lagi varian C.1.2. Ini merupakan varian baru covid-19 dengan kode C.1.2 yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada Mei 2021.

Penemuan tersebut membuat para ahli kesehatan di seluruh dunia mengawasi keberadaannya. Varian C.1.2 diduga lebih menular dan bahkan lebih resisten terhadap vaksin covid-19 dibanding varian lainnya.

Baca juga: Waduh, Data di Aplikasi eHAC Kemenkes Diduga Bocor 

Sebagaimana diketahui, sejauh ini varian C.1.2 telah diidentifikasi di Afrika Selatan, Republik Demokratik Kongo, Mauritius, China, Selandia Baru, Inggris, Swiss, dan Portugal. Berdasarkan hasil pengamatan, varian ini dipercaya memiliki tingkat mutasi yang luar biasa tinggi.

Ilustrasi pandemi covid-19. (Foto: Shutterstock)

Selain itu, C.1.2 juga lebih banyak bermutasi daripada varian lain yang menjadi variant of concern (VOC) atau variant of interest (VOI). Hal unik lainnya juga ditemukan oleh para peneliti dari Institut Nasional untuk Penyakit Menular Afrika Selatan dan KwaZulu-Natal Research Innovation and Sequencing Platform.

Baca juga: Data di Aplikasi eHAC Diduga Bocor, Ini Respons Kemenkes 

Mereka menemukan bahwa varian C.1.2 memiliki tingkat mutasi sekira 41,8 mutasi per tahun. Jumlah ini hampir dua kali lipat tingkat mutasi global saat ini yang diamati pada VOC lainnya. Dalam jurnal Nature, para peneliti juga mulai menggambarkan mengenai varian C.1.2 ini.

"Kami menggambarkan dan mengarakterisasi garis keturunan SARS-CoV-2 yang baru diidentifikasi dengan beberapa mutasi lonjakan yang kemungkinan telah muncul di kota utama Afrika Selatan setelah gelombang pertama wabah. Kemudian menyebar ke beberapa lokasi dalam dua provinsi tetangga," tulis jurnal tersebut, sebagaimana dikutip dari laman Biospace, Selasa (31/8/2021).

Lebih lanjut mereka juga mengatakan bahwa garis keturunan (dari covid-19 sebelumnya) telah berkembang pesat dan menjadi dominan di tiga provinsi. Meskipun mutasi varian ini masih belum jelas, data genomik dan epidemiologis menunjukkan bahwa varian C.1.2 memiliki keunggulan selektif dari peningkatan penularan dan pelepasan kekebalan.

Baca juga: Pandemi Bikin Banyak Pekerja Suntuk, Ini 3 Cara Ampuh Mengatasinya 

Sebelumnya pada Agustus 2020, Public Health England melaporkan bahwa C.1.2 adalah satu dari 10 varian yang mereka pantau di Inggris.

Salah satu penulis penelitian menyatakan dibandingkan dengan C.1, varian baru tersebut telah bermutasi secara substansial. Selain itu, lebih banyak juga mutasi dari virus asli yang terdeteksi di Wuhan daripada Variant of Concern (VOC) atau VOI lainnya yang terdeteksi di seluruh dunia.

(Hantoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement