Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mahasiswa Tolak Pakai Masker, Profesor Resign karena Takut Ketularan Covid-19

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Senin, 30 Agustus 2021 |17:12 WIB
Mahasiswa Tolak Pakai Masker, Profesor Resign karena Takut Ketularan Covid-19
Masker (Foto: Reuters)
A
A
A

RUPANYA pakai masker saat di luar rumah adalah kewajiban bagi siapapun sekarang ini. Langkah sederhana tersebut terbukti dapat mencegah penyebaran Covid-19, jika masker dipakai dengan baik dan benar.

Tapi, kebijakan untuk mengenakan masker tidak ditaati seorang mahasiswa. Ia dengan berani menolak pakai masker di area kampus dan ini membuat seorang profesor harus mengambil keputusan mengundurkan diri karena takut terpapar Covid-19.

 virus corona

Peristiwa terjadi di Universitas Georgia, Amerika Serikat. Menurut laporan media kampus, The Red & Black, sang profesor yang diketahui berusia 88 tahun mengundurkan diri pada Selasa (24/8/2021) setelah seorang mahasiswa menolak mengenakan masker dengan benar di kelas seminar psikologi.

Kronologi kejadian dimulai dari si mahasiswa memasuki kelas Profesor Irwin Bernstein yang sudah berisi 25 orang. Di tengah pelajaran, si mahasiswa membuka masker kemudian Profesor menegurnya. Perintah untuk mengenakan masker dengan benar diabaikan si mahasiswa.

Seorang teman memberikan masker ke si mahasiswa tapi dia tetap menolak untuk mengenakannya. Prof Bernstein kemudian meminta si mahasiswa untuk mengenakan masker dengan menutup area hidung, tapi dibalas segera dengan nada tidak sopan.

"Saya tidak bisa bernapas. Sulit buat saya bisa bernapas ketika pakai masker," kata si mahasiswa.

Mendengar jawaban itu, dosen pun menuliskan peringatan tegas di papan tulis. "Tidak pakai masker, dilarang mengikuti kelas."

Untuk kesekian kali, profesor lanjut usia tersebut meminta agar mahasiswanya mengenakan masker dengan benar karena jika tidak, itu sangat membahayakan dirinya, berisiko terpapar Covid-19, karena memiliki penyakit komorbid seperti diabetes tipe 2, hipertensi, dan sudah lansia.

Permintaan terakhir Prof Bernstein untuk menutup dengan benar hidung dan mulut si mahasiswa menggunakan masker pun tidak dihiraukan. Si mahasiswa tetap teguh dengan pendiriannya untuk tidak mengenakan masker secara benar.

Setelah itu, Prof Bernstein mendeklarasikan diri bahwa ia keluar dari profesinya sebagai dosen di kampus tersebut di dalam kelas dan segera meninggalkan ruangan. Alasannya cukup logis, ada dua mahasiswanya yang terpapar Covid-19 dan ia tak mau menjadi korban berikutnya karena kelalaian sederhana akibat mahasiswa tak mau pakai masker.

"Saat itu juga saya mengatakan bahwa saya telah mempertaruhkan hidup saya untuk membela negara saya saat berada di Angkatan Udara. Tapi, kali ini saya tidak mau mempertaruhkan nyawa saya untuk mengajar di kelas dengan mahasiswa yang tidak mau mengenakan masker dengan benar selama pandemi ini," kata Profesor Bernstein melalui email.

Salah seorang mahasiswa lain, Hannah Huff, mengaku kecewa sekaligus sedih dengan keputusan sang profesor.

Kecewa karena ada mahasiswa yang tidak patuh dengan dosennya, tapi satu sisi sedih karena harus kehilangan dosen terbaiknya.

"Kamu tahu kita membutuhkan kelas ini agar lulus," beberapa mahasiswa lain melontarkan amarah ke mahasiswa yang tidak disiplin prokes itu. Tapi, bukannya minta maaf, si mahasiswa nakal tersebut malah berkata, "Ini adalah berkah tersembunyi."

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement