Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wisata Halal Harus Mampu Hadirkan Perpaduan 4 Sistem Pariwisata, Apa Saja?

Antara , Jurnalis-Senin, 30 Agustus 2021 |18:04 WIB
Wisata Halal Harus Mampu Hadirkan Perpaduan 4 Sistem Pariwisata, Apa Saja?
Ilustrasi (Foto: Antara)
A
A
A

SEORANG mahasiswa doktoral Sekolah Pascasarjana IPB, Atang Trisnanto melakukan penelitian tentang ekowisata. Ia menyebut bahwa wisata halal merupakan konsep pariwisata futuristik.

"Karena ada perubahan tren bahwa pariwisata masa depan itu adalah family tourism dan friendly tourism, dan tidak lagi hanya sekadar fun tourism atau kesenangan berwisata semata," ucap Atang di Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (30/8/2021).

Oleh karenanya kata dia, sebagai satu konsep wisata futuristik ke depan, maka hal itu yang akan bisa menjawab sebuah kebutuhan pariwisata di masa masa yang akan datang.

Ia mengakui bahwa selama ini, meski kini sudah tidak menjadi perdebatan sengit, masih ada yang mengartikan wisata halal sebagai sebuah konsep Islamisasi regulasi ataupun Islamisasi konsep.

"Padahal wisata halal ini perlu dipahami sebagai sebuah konsep untuk menghadirkan keterpaduan sistem pariwisata yang bersih (clean), sehat (health), aman (safety) dan juga nyaman (comfort)," kata Atang yang juga Ketua DPRD Kota Bogor itu.

Keterpaduan sistem pariwisata itulah, kata dia, yang dalam konteks halal dimaksud, yakni memastikan bahwa tempatnya bersih, makanannya bersih juga sehat.

Baca juga: Banda Aceh Rumuskan Konsep Wisata Halal, Akan seperti Apa?

Menurut dia dengan bergesernya saat ini, yakni orang berwisata bersama dengan keluarga, teman dan komunitas, ini akan menjadi tantangan yang menarik ke depan, di mana konsep wisata halal ini bisa dikuatkan.

"Tinggal pekerjaan rumah yang kemudian perlu dikuatkan lagi adalah bagaimana konsep wisata halal ini melibatkan banyak pihak. terutama adalah masyarakat kelas bawah," katanya.

"Sehingga jangan sampai konsep dan pengelolaannya hanya didominasi oleh pembuat regulasi pemerintah itu sendiri ataupun korporasi besar yang memang punya modal," tuturnya.

Khusus untuk Kota Bogor, Atang melihat bahwa Bogor merupakan suatu kota yang semua sektornya mengandalkan sektor jasa wisata dan perdagangan.

Ia menjelaskan hampir 70 persen pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bogor ini berasal dari sektor jasa, sehingga mau tidak mau, dan juga ada dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Kota Bogor membangun satu konsep sebagai kota dan jasa wisata, yang bisa menarik berbagai kunjungan dari masyarakat, baik domestik maupun internasional masuk ke 'Kota Hujan' ini.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement