Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bersiap Hidup Bersama Covid-19, Ini 3 Arahan Presiden untuk Menkes

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Selasa, 24 Agustus 2021 |00:04 WIB
Bersiap Hidup Bersama Covid-19, Ini 3 Arahan Presiden untuk Menkes
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat Indonesia bersiap untuk hidup bersama virus Covid-19. Pasalnya, virus Covid-19 akan terus ada dan tidak bisa dihilangkan dari kehidupan manusia.

Hal ini tidaklah aneh, pasalnya beberapa virus seperti virus SARS memang sudah menjadi seperti flu biasa yang bisa menjangkiti siapa saja. Oleh karenanya, peran vaksin sangatlah penting untuk membangun kekebalan tubuh seseorang.

Dalam sesi jumpa pers yang disiarkan secara langsung di akun YouTube Sekretariat Presiden, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan tiga poin penting arahan presiden yang perlu ditindaklanjuti terkait dengan strategi hidup bersama pandemi. 

Protokol kesehatan yang harus diimplementasikan dengan disiplin  

Presiden mengimbau masyarakat harus waspada dan protokol kesehatan di masing-masing kota bakal dibuka secara bertahap. Oleh sebab itu, pemerintah sudah bekerjasama dengan beberapa asosiasi dan perkumpulan untuk mulai menyusun protokol kesehatan berbasis teknologi informasi pada aplikasi pedulilindungi yang akan dipakai secara nasional.  

Tujuannya untuk membantu menjaga implementasi dari protokol kesehatan berbasis teknologi informasi. Sehingga protokol kesehatan di sektor perdagangan baik itu modern maupun tradisional, protokol kesehatan di sektor transportasi darat, laut, udara.

Selain itu, ada protokol kesehatan di sektor kerja baik itu industri maupun juga perkantoran, protokol kesehatan di sektor pariwisata juga di bidang pendidikan baik SD SMP SMA universitas, serta di acara hari keagamaan. 

Testing yang terarah 

Dengan sisi aktivitas ekonomi yang terkait dengan kesehatan maka testing adalah hal yang penting sekali. Arahan presiden nantinya testing dan pressing ini harus sangat terarah tidak massal. 

Testing pun akan lebih dilakukan testing epidemiologi, bukan testing untuk skrining yaitu testing yang dilakukan ke suspect dan kotak erat yang memang bergejala. Sama seperti protokol kesehatan, testing dan tradisi yang kuat sangat diperlukan untuk kita hidup bersama pandemi. 

"Kalau nanti sudah berubah yang tadinya melawan pandemi dan mengatasi pandemi menjadi hidup bersama epidemi (wabah)," katanya.

Strategi perawatan atau teraputik   

Presiden memberikan arahan secara spesifik bahwa nantinya harus ada perawatan untuk layanan primer isolasi dengan pengobatan-pengobatan dasar. Sehingga rumah sakit hanya diisi dengan kasus-kasus kritis dan berat. 

Presiden pun menugaskan Kementerian Kesehatan untuk melakukan kajian untuk memfokuskan perawatan yang kritis berat di rumah sakit dan juga mengurangi tingkat kematian kita yang relatif masih tinggi. 

Dengan mendorong layanan primer, baik itu personal atau klinik untuk merawat orang-orang yang hanya perlu diisolasi atau pengobatan di tahap dasar. Dengan demikian teman-teman diharapkan bahwa ke depannya kita tidak hanya bicara mengenai strategi penanganan pandemi atau strategi mengatasi pandemi, tapi strategi untuk hidup bersama epidemi. 

"Ini akan dilakukan di bidang protokol kesehatan akan dilakukan di bidang testing tracing dan akan dilakukan juga di bidang perawatan atau teraputik," tukas dia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement