MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi hadirnya sentra vaksinasi "Sinergi Sehat" hasil kolaborasi antara Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) dengan Asosiasi Rumah Sakit Vertikal (ARVI), Bakti Kominfo, hingga Media Group.
Salah satu sentra vaksinasi "Sinergi Sehat" berada di The Media Hotel and Towers, Gunung Sahari, Jakarta.
Sandiaga mengatakan, vaksinasi merupakan salah satu bentuk upaya bersama untuk dapat menangani pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi dengan terbukanya kembali lapangan kerja.
Baca juga: Sandiaga Uno: Pemilik Hotel di Bali Jangan Asal Obral Aset
Lebih lanjut, salah satu inovasi vaksinasi "Sinergi Sehat" ini adalah bagi yang tidak ada nomor induk kependudukan, disiapkan layanan kependudukan dari Dukcapil DKI Jakarta dan juga dari pemerintah pusat.
"Sehingga masyarakat yang tidak memiliki NIK tetap dapat menjalani vaksinasi," kata Sandiaga dalam keterangan resminya, Selasa (24/8/2021).
Sementara itu dalam skala nasional, kata Sandiaga, vaksinasi COVID-19 untuk dosis pertama telah mencapai angka 58 juta orang. Kemudian untuk dosis kedua mencapai 34 juta orang. Presiden Joko Widodo sendiri menargetkan vaksinasi untuk terus ditingkatkan hingga mencapai 100 juta orang di akhir Agustus ini.
Baca juga: Dukung Penggunaan Kartu Vaksin di Tempat Wisata, Sandiaga Ingatkan Prokes Ketat
Menparekraf mengatakan kolaborasi semua pihak dalam mengakselerasi kegiatan vaksinasi harus dapat terus ditingkatkan.
"Presiden telah mengumumkan kemarin roadmap bagaimana kita harus dapat meningkatkan protokol kesehatan dan juga testing, tracing, dan treatment," terangnya.
"(Vaksinasi) Ini bagian dari pilar ketiga itu, terutama bagi sektor parekraf dengan 34 juta masyarakat di dalamnya yang menggantungkan hidupnya pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk bisa mampu berkegiatan kembali. Kuncinya adalah vaksinasi," tambahnya.
Di beberapa daerah, angka vaksinasi COVID-19 sudah menunjukkan peningkatan yang baik. Seperti DKI Jakarta untuk dosis pertama telah mencapai 104 persen dan 61 persen untuk dosis kedua. Namun Menparekraf mengingatkan akan pentingnya protokol kesehatan untuk dapat terus ditingkatkan secara ketat dan disiplin.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sendiri nantinya juga akan berkolaborasi dengan Kemenkominfo untuk memaksimalkan peran dan fungsi dari aplikasi PeduliLindungi, kemudian akan dapat mengasistensi dan juga memfasilitasi berbagai kebutuhan masyarakat tentang protokol kesehatan ataupun informasi tentang vaksin juga crowd control di destinasi.
"Saat ini masih dalam tahap pembahasan. Tapi kami sudah mulai sosialisasikan kepada pengelola destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif terkait penggunaan aplikasi tersebut," pungkasnya.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.