
Foto. YouTube Armando Loho
Sayang sayang si patokaan, Matego tego gorokan sayang, Sako mangemo tanah man jauh. Lagu Si Patokaan yang berasal dari Sulawesi Utara memiliki pola penuturan pantun ini adalah ungkapan perasaan cinta sekaligus khawatir seorang ibu kepada anaknya yang sudah beranjak dewasa dan telah diwajibkan mencari nafkah sendiri, biasanya untuk anak laki-laki.
Tradisi merantau erat kaitannya dengan lirik lagu tersebut. Bila dilihat lebih dalam, lirik tersebut secara utuh mengandung doa sekaligus motivasi kepada objek penutur, yaitu anaknya. Tetapi pada lirik kedua, ibu sebagai subjek, berpesan sisi buruk dari hidup. Bukan untuk menakuti, tetapi lebih bertujuan mengingatkan dan memperlihatkan kenyataan bahwa manusia tidak bisa terhindar dari kondisi yang sulit. Apalagi hidup di tanah yang jauh dan asing dirasa sangat berat dan berbeda dengan hidup di tanah sendiri.
Lagu Si Patokaan tidak hanya banyak dinyanyikan di daerah asalnya Sulawesi Utara, tetapi juga sudah dikenal ke berbagai daerah lainnya. Sama halnya dengan salah satu destinasi wisata di Sulawesi Utara yaitu Likupang. Masuk sebagai ke dalam destinasi super prioritas, Likupang memiliki keindahan alam yang sudah diketahui masyarakat luas. Likupang tidak hanya memiliki laut yang biru, akan tetapi ada bubur tinutuan, Pisang goroho dan sambal roa, hingga cakalang fufu sebagai daya tarik kuliner dari Likupang. Makanya, jangan lupa untuk memasukkan Likupang ke dalam wishlist perjalananmu ketika keadaan telah membaik ya! Oh iya, jika sudah tidak sabar menikmati kuliner khas Likupang, buka gadget Anda lalu cek media sosial para pelaku usaha lokal atau #BeliKreatifLokal melalui aplikasi online.
6. Gemu Fa Mi Re (NTT)

Foto. Okezone
Maumere da gale kota Ende, Pepin gisong gasong, Le'le luk ele rebin ha. Lagu ini awalnya diciptakan sebagai ucapan selamat datang bagi para tamu yang datang ke Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Lagu ini banyak diisi oleh kearifan lokal, seperti gong waning, salah satu alat musik gendang khas Maumere. Syair lagu ini diambil dari notasi dasar musik. Gemu Fa Mi Re bermakna sebuah kegembiraan. Gerakan-gerakan seperti putar kiri putar kanan dalam tari lagu itupun melambangkan keceriaan.
Jika familiar dengan lagu ini, pasti sudah tak asing dengan Maumere. Maumere merupakan Ibu Kota Kabupaten Sikka, jika berbicara tentang Maumere maka akan terbayang keindahan destinasi wisatanya, mulai dari pemandangan di Bukit Nilo, melihat pembuatan kain ikat di Desa Watublapi, hingga eksotisnya sunset di Pantai Kajuwulu. Kota ini memiliki destinasi wisata lengkap, mulai dari buatan, alam, hingga kulinernya. Kuliner khas Maumere yang dapat diajadikan oleh-oleh seperti sorgum, madu hutan, hingga anyamannya. Selagi situasi masih pandemi, sangat disarankan untuk Anda #BeliKreatifLokal oleh-oleh ini melalui daring ya!
7. Apuse (Papua)

Foto. Wonderfulimage.id