COVID-19 dinilai dapat menyebabkan gangguan berpikir atau lebih dikenal dengan istilah LALILULELO. Penemuan ini dipublikasikan oleh sejumlah jurnal yang menyebutkan adanya korelasi covid-19 dengan beberapa penyakit yang berhubungan dengan kognitif manusia.
Dalam jurnal BMJ tertulis dengan jelas bahwa efek covid-19 yang lama pada otak bisa menyebabkan gangguan kognitif. Kemudian dalam jurnal The Lancet juga menyebut orang yang telah pulih dari covid-19, termasuk mereka yang tidak lagi melaporkan gejala, menunjukkan defisit kognitif yang signifikan.
Baca juga: Dokter Benarkan Adanya Kasus LALILULEO pada Pasien Covid-19
Pakar kesehatan sekaligus dokter relawan covid-19 Muhamad Fajri Adda'i mengatakan dalam jurnal The Lancet juga menyebut analisis kinerja yang lebih halus di seluruh sub-tes mendukung hipotesis bahwa covid-19 memiliki dampak multi-domain pada kognisi manusia.

"Covid-19 sangat jahat karena bisa menyerang berbagai organ. Dalam bulan-bulan pertama seseorang akan kesusahan saat berpikir, dan kesulitan mengeluarkan perkataan ketika ingin berbicara. Ketika berpikir, ada alur yang terputus," terang dr Fajri saat dihubungi MNC Portal, Kamis (19/8/2021).