RUPANYA Kepala ilmuwan Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan akan adanya situasi yang lebih mengerikan jika negara berpenghasilan tinggi memperbolehkan vaksin booster diberikan secara bebas. Padahal masih ada negara-negara yang belum menerima vaksin sama sekali.
Ini merupakan kritikan keras WHO untuk Amerika Serikat, karena negara tersebut mempersiapkan diri untuk memberikan booster untuk semua orang Amerika yang telah divaksinasi.

"Kami prihatin bahwa AS membiarkan miliaran orang di negara berkembang tidak menerima vaksin dengan menggunakan stok yang ada untuk booster. Ini mendorong munculnya varian baru seperti varian Delta," kata dr Soumya Swaminathan, dikutip dari Fox News, Kamis (19/8/2021).
Swaminathan melanjutkan, "Kami yakin dengan jelas, menurut data, hingga saat ini booster tidak diperlukan untuk masyarakat umum." Beda ketika bicara mengenai orang dengan masalah kekebalan tubuh lemah yang dibuktikan memerlukan booster.