Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sandiaga: Kemenparekraf Bergerak Cepat Pulihkan Hotel dan Restoran

Novie Fauziah , Jurnalis-Sabtu, 14 Agustus 2021 |05:02 WIB
Sandiaga: Kemenparekraf Bergerak Cepat Pulihkan Hotel dan Restoran
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno (Kemenparekraf)
A
A
A

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memastikan akan bergerak cepat memulihkan industri perhotelan, dan restoran sebagai bagian penting sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Hal tersebut disampaikannya dalam 'Rapat Koordinasi dengan Stakeholder Terkait Stimulus dan Relaksasi' yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), secara virtual pada Kamis 12 Agustus 2021.

Baca juga:  Mulai Recovery, Perhotelan di Makkah Akan Pulih dari Pandemi 2 Tahun Lagi

Sandiaga menjelaskan, bahwa kondisi perhotelan dan restoran sejak diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat sangat memprihatinkan.

"Ini satu hal yang tentunya sangat menjadi pusat perhatian kami, dan kami prihatin, kami Kemenparekraf akan bergerak cepat," kata Sandiaga dalam keterangan resminya.

 

Sandiaga mengatakan akan siap membantu PHRI dalam memulihkan industri perhotelan dan restoran. Hal ini agar pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif tidak kembali mengibarkan bendera putih sebagai tanda simbol ketidaksanggupan menjalankan usahanya akibat pandemi COVID-19.

Baca juga:  Puluhan Hotel dan Restoran di Garut Kibarkan Bendera Putih, Ada Apa?

"Jadi lebih baik bendera putih itu berubah jadi bendera merah putih. Kita akan gerak cepat, dan berkolaborasi sehingga kita bisa bangkit disaat sulit," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani menjelaskan, kondisi industri perhotelan dan restoran saat ini terbilang sangat sulit, sehingga memerlukan perhatian khusus dari pemerintah agar dapat pulih kembali.

Ia berharap kementerian dan lembaga terkait dapat bersama-sama memulihkan kembali sektor parekraf. Selain itu diharapkan juga bantuan Kementerian Dalam Negeri, yakni berupa penghapusan sementara kewajiban pembayaran, denda atau sanksi keterlambatan pembayaran pajak bumi dan bangunan, pajak reklame, serta pajak penerangan jalan.

"Kami mengharapkan Kementerian Ketenagakerjaan mengalokasikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk sektor usaha hotel dan restoran, dengan kriteria khusus sehingga BLT dapat menyentuh kepada karyawan yang statusnya dirumahkan atau sudah tidak bekerja lagi sebagai akibat pandemi COVID-19," ujarnya.

 Ilustrasi

Kemudian pihaknya mengusulkan agar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral diharapkan dapat memberikan stimulus yang berhubungan dengan kebutuhan listrik.

"Adapun yang kami harapkan adalah menghilangkan abodemen atau bayar minimum penggunaan listrik, memberikan diskon tarif listrik, dan bagi pelaku usaha hotel dan restoran yang menurunkan daya sementara karena alasan efisiensi, maka pada saat menaikkan daya listrik kembali tidak dipungut biaya," katanya.

Dalam rapat koordinasi Menparekraf Sandiaga didampingi oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, Staf Ahli Menparekraf Bidang Manajemen Krisis Henky Manurung, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Fadjar Hutomo.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement