Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bersejarah, 5 Destinasi Ini Jadi Saksi Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Rizqa Leony Putri , Jurnalis-Jum'at, 13 Agustus 2021 |13:22 WIB
Bersejarah, 5 Destinasi Ini Jadi Saksi Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
Ir Soekarno Berpidato (Dok Arsip Nasional)
A
A
A

Dahulu, naskah Proklamasi Kemerdekaan RI dibacakan untuk pertama kalinya oleh Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1945 di halaman kediaman Soekarno ini, tepatnya Jl. Pegangsaan Timur No. 56.

Kota Metropolitan ini memiliki beragam pernak-pernik yang identik dengan ikon khasnya, seperti miniatur bajaj, ondel-ondel, dan Monumen Nasional. Selain itu, Anda juga dapat mencoba pakaian tradisional khas Jakarta yaitu Kebaya Encim. Jenis kebaya ini biasa dipakai dengan paduan kain batik. Karna PPKM masih berlanjut, untuk saat ini Anda bisa #BeliKreatifLokal pernak-pernaik khas Jakarta ini secara online ya! Buka ponsel Anda dan temukan pernak-pernik ini di aplikasi e-commerce atau media sosial para pengrajinnya.

4. Rumah Sejarah Rengasdengklok (Karawang, Jawa Barat)

(Foto: Okezone)

Rumah Rengasdengklok merupakan rumah pengasingan Soekarno dan Moh Hatta. Rumah milik seorang petani keturunan Tionghoa bernama Djiauw Kie Siong ini sejatinya menyimpan cukup banyak rekam sejarah Indonesia.

Rumah milik Djiauw Kie Siong ini kemudian menjadi tempat pengasingan Soekarno dan Moh Hatta oleh kelompok pemuda. Pengasingan ini dilakukan demi mempercepat Proklamasi Kemerdekaan RI.

Sebab, sesaat sebelum Indonesia merdeka, terjadi perundingan yang cukup panas antara golongan tua dan golongan muda. Golongan tua yang diwakilkan oleh Soekarno dan Hatta menolak segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Hal itu tentunya karena belum adanya kejelasan tentang kekalahan Jepang kepada Sekutu. Sementara itu, golongan muda justru sudah mendesak agar kemerdekaan Indonesia segera diumumkan.

Golongan muda pun akhirnya membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok yang dianggap jauh dari pengawasan tentara Jepang. Rumah ini sejatinya terletak di sebelah Sungai Citarum, tetapi karena terjadi abrasi sungai pada 1957, letak rumah dipindahkan kurang lebih 150 meter dari tempat aslinya.

Nah, kalau sudah berkunjung secara virtual ke Karawang, Anda bisa #BeliKreatifLokal produk kerajinan yang banyak dikembangkan oleh pelaku usaha kreatif lokal setempat. Berbagai kerajinan berbahan dasar batok kelapa dan eceng gondok saat ini telah banyak dijual secara online, lho. Anda dapat membelinya melalui e-commerce atau pun media sosial milik para pengrajin.

5. Monumen Yogya Kembali (DI Yogyakarta)

(Foto: Instagram chills_afz)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement