VARIAN Delta Plus menjadi perhatian utama belakangan ini. Mutasi dari varian Delta tersebut bahkan dianggap jauh lebih kuat dan berbahaya dibanding varian sebelumnya.
Di Indonesia, diketahui telah ditemukan kasus varian Delta Plus di 2 wilayah. Tentu, ini perlu disikapi serius oleh pemerintah agar penyebarannya bisa dihentikan sesegera mungkin.

Epidemiolog dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman, bahkan menduga penyebaran sudah terjadi di area ditemukannya kasus. Hal ini kemungkinan karena rendahnya genom sequence di Indonesia.
Padahal, katanya, varian Delta Plus ini memiliki 3 sifat utama yang perlu dikhawatirkan oleh semuanya. Apa saja sifat tersebut?