Kini keunikan masker ini menjadikan produk ini bisa dikembangkan untuk potensi usaha dan diproduksi massal. Bahkan keunikan ini juga membuatnya lolos dalam program kreativitas mahasiswa (PKM) kategori kewirausahaan yang diadakan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti).
Saat ini membuat proses pembuatan masker dan akan dipasarkan pekan depan secara online.
Terakhir, mahasiswa kelahiran Kediri ini berharap masker transparan ini bisa menjadi opsi untuk membantu komunikasi tuna rungu di tengah pandemi. Dia juga ingin agar usaha ini bisa menjadi peluang bisnis yang baru.
"Komunikasi adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan. Maka dengan adanya inovasi kami ini, semoga bisa memberikan manfaat luas kepada masyarakat, utamanya mereka para disabilitas tuna rungu,” pungkasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.