Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alasan Obat Antibiotik dan Antivirus Covid-19 Harus dengan Resep Dokter

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Kamis, 15 Juli 2021 |13:02 WIB
Alasan Obat Antibiotik dan Antivirus Covid-19 Harus dengan Resep Dokter
Ilustrasi (Foto : Livescience)
A
A
A

SEIRING dengan ledakan kasus Covid-19 di Tanah Air, banyak masyarakat yang melakukan isolasi mandiri (isoman) membeli secara pribadi obat-obatan yang digunakan sebagai obat terapi Covid-19. Tentunya kondisi ini akan menciptakan masalah baru jika dosis dan aturan pakainya menyalahi aturan yang berlaku.

Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i menjelaskan bahwa saat ini telah diterbitkan revisi Panduan Tatalaksana Pengobatan Covid-19 dari Lima Organisasi Profesi pada 14 Juli 2021. Revisi tersebut menyebut bahwa pemberian obat antivirus harus dengan resep dokter.

"Oseltamivir dan Azitromisin tidak lagi diberikan pada pasien Covid-19. Kecuali berdasarkan indikasi tertentu berdasarkan penilaian dokter. Selain itu pemberian obat antibiotik juga harus dengan resep dokter," terang dr. Fajri dalam unggahan akun Instagramnya @dr.fajriaddai, Kamis (15/7/2021).

Protokol Obat Terapi Covid-19

Dalam panduan tersebut tertulis bahwa potensi penggunaan antibiotik yang berlebih pada era pandemi Covid-19, menjadi ancaman global terhadap meningkatnya kejadian bakteri multiresisten. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan pemberian antibiotik pada kasus Covid-19 berat dan tidak dianjurkan pemberian antibiotik rutin pada kasus Covid-19 ringan.

Selain itu dijelaskan pula bahwa Oseltamivir adalah obat antiviral yang digunakan untuk pengobatan dan pencegahan infeksi influenza tipe A dan B. Obat ini bekerja dengan menghambat neuroamidase yang dibutuhkan oleh virus influenza untuk merilis virus-virus baru di akhir proses replikasi.

Baca Juga : Viral Uap Air Panas Bunuh Virus Covid-19, Ini Penjelasan Dokter

Oseltamivir diberikan secara empiris pada masa awal pandemi Covid-19. Karena sulitnya membedakan gejala pasien Covid-19 dan pasien yang terinfeksi virus Influenza. Saat ini Oseltamivir dapat ditambahkan pada kondisi di mana pasien Covid-19 diduga terinfeksi virus influenza.

"Harus sangat hati-hati dalam memberikan antibiotik dan antivirus karena dapat membuat resistensi antibiotik dan antivirus dan sangat berbahaya. Kecuali dengan indikasi tertentu berdasarkan penilaian dokter," kata dr. Fajri.

Protokol Obat Terapi Covid-19

Dokter Fajri mengatakan, berdasarkan publikasi Lancet terbaru pada 9 Juli 2021 menyimpulkan pada pasien Covid-19 dengan derajat ringan-sedang yang tidak dirawat di rumah sakit, pemberian Azitromisin tidak menurunkan risiko masuk rumah sakit dan kematian. (Tidak terbukti bermanfaat).

"Pada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, pemberian Azitromisin tidak terbukti menurunkan risiko kematian, lama rawat inap, dan risiko pemakaian ventilasi mekanik. Sehingga pemakaian harus dibatasi kecuali ada indikasi kuat," tuntasnya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement