Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bangkok Lockdown COVID-19, Penerbangan Ditangguhkan

Antara , Jurnalis-Senin, 12 Juli 2021 |18:02 WIB
Bangkok <i>Lockdown</i> COVID-19, Penerbangan Ditangguhkan
Bangkok, Thailand (Freepik)
A
A
A

THAILAND menerapkan penguncian atau lockdown COVID-19 paling ketat dalam lebih dari setahun di Ibu kota Bangkok dan provinsi sekitar, dengan pembatasan baru terhadap pergerakan dan pertemuan serta penangguhan dari pihak perusahaan bus dan maskapai.

Otoritas mendesak masyarakat di Bangkok dan sekitarnya, yang menjadi episentrum wabah, untuk bekerja dari rumah dan mendirikan 145 pos pemeriksaan di 10 provinsi berisiko tinggi, termasuk 88 di ibu kota, dalam upaya mengurangi perjalanan domestik nonesensial.

Baca juga: Thailand Buka Pariwisata, Pakar Ingatkan Kondisinya Bisa Lebih Parah dari Indonesia

Pembatasan yang mulanya dua pekan sejak Senin (12/7/2021), bertujuan memperlambat penularan COVID-19 dan mencakup jam malam, penutupan mal serta pembatasan pertemuan lima orang, setelah periode rekor atau hampir rekor kasus dan kematian.

 

Thailand melaporkan 8.656 kasus dan 80 kematian pada Senin, sehingga masing-masing totalnya berjumlah 345.027 dan 2.791. Sejak awal April sebagian besar wabah disebabkan oleh varian COVID-19 Alpha dan Delta yang lebih menular.

Baca juga: Hari Pertama Dibuka, Phuket Thailand Langsung "Diserbu" Ratusan Turis Asing

Perusahaan transportasi menyesuaikan layanan untuk mematuhi aturan dan jam malam, dengan mengurangi angkutan umum di Bangkok dan sekitarnya.

Maskapai Thai Air Asia menangguhkan seluruh penerbangan domestik hingga 31 Juli, sementara Bangkok Airways dan anak perusahaan Thai Airways, Thai Smile, akan mengurangi layanan penerbangan domestik.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement